That Good Old Days

Masih teringat dengan jelas dalam ingatan, bagaimana dulu saya bisa dengan mengkoleksi beberapa hal seperti buku dan sepatu tanpa perlu memikirkan “gimana cara bayarnya?” Hahahahaa.. Yup, that good old days which sometimes make me think that being an adult is so overrated! Tidak pernah terpikirkan kalau perubahan status menjadi ibu akan mengubah skala prioritas saya dengan drastis. Bahkan kadang niat pergi ke satu gerai untuk kebutuhan saya, ujungnya malah beliin buat anak lagi. That’s happened A LOT!

Jadi sudah hampir 5 tahun, saya nggak beli baju atau sepatu secara rutin. Kalau bisa tunggu harga diskon semaksimal mungkin, jadi budgetnya bisa dibagi beli sepatu anak sekalian. *See, anak lagi ujungnya* Suami saya sering mengingatkan, sih, kayak “Bu, beli aja. Nggak apa-apa!” Saking kasihan kali lihat istrinya, hahahaa. Padahal saya nggak merasa apapun. Memang rasanya sayang jika harus beli sesuatu dengan harga yang lumayan, padahal dengan jumlah segitu, anak saya juga bisa mendapatkan sesuatu.
Ada beberapa hal yang belum terwujud lagi karena prioritas menabung pindah posnya. Salah satunya adalah membeli mobil baru. Saya merasa butuh satu city car untuk mobilitas saya. Lagi-lagi alasannya adalah anak. Memasuki musim hujan, rasanya satu mobil kecil diperlukan buat antar jemput Menik sekolah dan les. Walau sebetulnya saya lebih senang naik kendaraan umum dan motor bersama suami, tapi kalau udah musim hujan, baru berasa butuhnya.
I really want to go back to that good old days, when I didn’t have to think hard how to make my dream come true. HAHHAHA. Ya iya, dulu juga nggak langsung terwujud, sih, tapi kan kita nggak mikirin itu uang datangnya dari mana. Taunya setelah menunggu beberapa saat, hal yang kita inginkan dan butuhkan, bisa ada di depan mata. 
Kembali ke cerita pengin beli satu mobil kecil, saya udah mulai menabung sih, maunya nggak pakai nyicil supaya nggak perlu utang lagi ke bank, cukup KPR ajah. Terus mulai kepikiran gimana caranya supaya pundi-pundi makin cepat kekumpulnya? Terus mata tertuju ke beberapa kontainer di gudang yang berisi buku-buku zaman remaja, beberapa sepatu yang jarang sekali dipakai, baju pesta sekali pakai zaman belum berhijab yang biasa dipakai ngelenong alias jadi MC, sampai perlengkapan Menik saat masih bayi dan balita yang semuanya teronggok di gudang. Nah, terus keingetan sama Pasar OLX yang waktu itu saya kunjungi di CiWalk, Bandung, dan berniat mau jual-jual beberapa barang bekas di OLX aja!

Jadi sekarang ada #BekasJadiApapun di OLX, yang bisa jadi tempat untuk jualan barang-barang tak terpakai dan bisa jadi alat untuk mewujudkan impian kita! Apapun impian kita, termasuk juga liburan! #BekasJadiApapun juga memberikan inspirasi buatku kalau barang bekas pun bisa jadi liburan. Serunya lagi, OLX bagi-bagi tiket gratis Jakarta – Singapore PP. 

 Udah ngebayangin beberapa items yang mau saya masukin ke #BekasJadiApapun dengan harapan terjual dan bisa jadi salah satu sumber tambahan tabungan.
Udah kepikiran mau pilihin barang yang udah nggak kepake buat dijual di #BekasJadiApapun belum? Coba mundur selangkah, terus lihat dengan seksama. Ada berapa banyak barang yang ‘nganggur’ dan sebetulnya sudah tidak terpakai lagi di sekitar kita?🙂
 

 

One thought on “That Good Old Days

  1. Hahaha bener banget ini, dulu mau beli apapun ngga mikir, sekarang postingan uang 90% ke anak, sampe kadang baju pun jarang beli yang penting baju anak😄 Mau jual beberapa barang tapi masih sayang.. suka mikir apakah akuh hoarder si penumpuk barang? hihihihi Oh I miss the good old days…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s