Apa Gunanya Pendidikan?

Serius banget judulnya, shaaayyy!

Jadi gini, belakangan pekerjaan saya menuntut untuk bisa berpikir dan melihat sesuatu secara holistik. Beberapa kali saya melihat benang kusut dalam sebuah proyekan, dan pas dirunut ternyata berujung pada orang yang nggak punya pola berpikir secara spesifik untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Saya tumbuh dalam lingkungan yang percaya bahwa orang bisa jadi apapun yang ia inginkan, asal tekun mempelajari hal tersebut. Selain ketekunan, nggak bisa dipungkiri, kalau ada teori-teori dasar yang harus dikuasai, untuk bisa menjalani sebuah profesi. Walaupun ujungnya teori dasar tersebut dianggap kuno dan tidak bisa diaplikasikan lagi, tapi cara berpikir untuk bisa menyelesaikan pekerjaan sudah terpola dan akan sangat membantu untuk bisa bekerja secara profesional.

CMIWW, ya!

Tapi sungguh, saya sudah bosan sekali melihat orang memberikan applause kepada orang-orang berbakat yang bisa berhasil tanpa melewati jenjang pendidikan yang semestinya. I mean, they are talented. They have that super power brain.

Semestinya yang diberikan tepuk tangan itu mereka yang tekun belajar. Berusaha keras agar mengerti dan bisa mengerjakan hal dengan benar. Itu menurut pendapat pribadi, sih.

Saya mencoba memakai sepatu Menik. Saat Menik merasa malas belajar piano, saya merasa bersalah. “Am I those kind of tiger mothers? Yang nggak peduli perasaan anaknya, yang percaya nantinya si anak akan berterima kasih karena Ibunya udah strict banget demi dirinya menyongsong masa depan?” Tapi di lain sisi, saya ingin berhasil mendidik anak saya menjadi seseorang yang percaya bahwa ketekunan akan membuahkan hasil yang baik dan menyenangkan.

I am not talking about those super talented kids who can play piano on their 4th birthday without getting any formal education. They don’t need the theories. Their super talented hands will play along on that piano. Atau anak usia 10 tahun yang diterima di fakultas kedokteran karena memang sejak usia 18 bulan, anak ini sudah mampu berbicara selayaknya anak usia 3 tahun. Yang begitu adalah spesial case. Keren, tapi mereka didukung oleh kemampuan spesialnya yang tidak dimiliki semua anak.

Lalu bagaimana dengan anak yang tidak lahir dengan bakat spesial? Don’t they deserved the world too?

Kembali ke pentingnya pendidikan dan ketekunan, sebetulnya tulisan ini lahir karena saya sedang kesal dengan seseorang yang menganggap dirinya berbakat tapi ternyata nggak punya kemampuan untuk menterjemahkan keinginan klien, simply because he didn’t Β go to learn those old theories. Sampe kuda balik gigit besi, komunikasi visualnya nggak akan dapet karena dia nggak belajar how to do visual communication. Saya bisa photoshop, saya bisa ngedit video, but I won’t called myself a photo/video editor. Untuk beberapa jenis pekerjaan, dibutuhkan ilmu yang mumpuni untuk bisa bekerja dengan baik dan maksimal.

Jadi menurut saya, pendidikan itu penting, seiring dengan bakat, dan harus didukung oleh ketekunan, agar bisa mencapai satu titik kemampuan yang diakui semua orang. By this, I blamed those corporates who don’t want to give a good rate for people with good educational background. Hanya demi keuntungan belaka. Padahal, kalau hire orang yang beneran ngerti, waktu dan tenaga akan bisa dihemat. Nggak perlu revisi berulang kali karena output nggak sesuai. It will be far more efficient if you hire competent people.

Nah, gimana kalau sekarang, kita apresiasi juga orang-orang yang tekun belajar dan loyal terhadap pekerjaannya. Mereka yang bertahun-tahun terus memperbaharui kemampuan dan pengetahuan agar dirinya bisa mengikuti perkembangan zaman di bidangnya. Menjadi orang yang tekun itu tidak mudah, loh, and that’s why beside applauding to those talented kids, we should cheering those perserverance kids too!

Dan lembaga pemberi beasiswa juga harusnya selain mengukur kemampuan dari nilai, dilihat juga setekun apa anak ini? Sebesar apa keinginannya? Sekuat apa dia mempertahankan ilmu yang ingin dipelajari?

Menurut kalian, penting nggak sih pendidikan?πŸ™‚

One thought on “Apa Gunanya Pendidikan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s