Knowing is Better Than Wondering

Kata pemeran utama serial tv kesukaan saya :

Half of my July was actually a crap. Invoice nggak cair-cair. Yang ditagih, seperti tidak punya itikad baik buat menyelesaikannya. Jangankan pelunasan, permintaan maaf aja nggak terucap. Pas kemarin ditanya di sosial media, malah ngambek, dan seperti mengancam akan menuntut balik. Emang gitu, ya, kalau sudah punya salah, pasti ujungnya ngegas balik. Sudah salah, malah marah.

Ada satu kejadian nggak enak juga yang menimpa saya. Nah, kalau yang ini bikin capek hati. Saking capeknya, jadi bingung mau ceritanya juga.

In the end, I just need to repeat “even the biggest failure, even the worst, beats the hell out of never trying” mantra. Terpenting, saya sudah merasa melakukan kewajiban saya dengan maksimal, namanya hidup, ada kegagalan dan kemenangan. The leastΒ we can do is deal with all of it!

Bahasa kalbunya : IKHLAS.

Dan ini susah. :’))

4 thoughts on “Knowing is Better Than Wondering

  1. Ikhlas itu levelnya tinggi, saz.
    Konon katanya dalam “rumah” islam. Ikhlas adalah plafonnya sebelum atapnya ihsan.

    Jadi wajar kalau kita susah…

    Dibantu doa ya.. karena drama kamu kemarin sudah bikin seru timeline saya… ditunggu traktirannya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s