#SepertinyaKualat

kualat/ku·a·lat/Jw a1 mendapat bencana (karena berbuat kurang baik kepada orang tua dan sebagainya); kena tulah; cak celaka; terkutuk

Wah, kalau lihat arti kata ‘kualat’ di KBBI, lumayan menyeramkan, ya! Kata ini sering sekali digunakan untuk mengancam atau menakuti seseorang setelah perbuatan yang kurang menyenangkan atau negatif. “Awas, loh, nanti kualat!!” Begitu, ya, biasa terdengar di telinga, sebagai sebuah peringatan setelah melakukan suatu hal yang dianggap jahat atau kurang baik.

Back to 2006, status saya single, belum punya suami. Life was about fun! Bekerja di sebuah radio anak muda nomor 1 di Bandung, berusaha menyelesaikan kuliah, dan menyelaraskan mulut yang nggak ada saringannya. Untuk yang satu ini, saya akui, saya memang kehilangan filter di mulut (dan mata. Dan wajah) Hahaha. Entahlah, seringkali kata-kata yang meluncur dari mulut saya, kabarnya menyebalkan bahkan menyakitkan. Duluuuu, malahan ada seorang kerabat yang menegur ibu saya dan bilang “Anak kamu kenapa sama saya? Kok mukanya jutek gitu?” Ibu saya bingung karena melihat saya tidak melakukan apapun, dan karena saya anaknya, ya, Ibu saya tahu bahwa raut wajah yang anaknya perlihatkan itu adalah raut asli tanpa emosi. IYA. DILAHIRIN JUTEK, maksudnya! x))

Anyway, saat saya sering sekali makan malam di luar bersama teman-teman. Makan atau sekadar ngobrol sambil ngopi. But we did that quite often.Dan jika sedang ngumpul sama teman-teman, saya sebal kalau ada anak kecil laril-lari dan berisik di seputar restoran. Ganggu! “Hih! Anak siapa, sih, ini? Ibunya di mana?” dengan pandangan tajam dan berusaha mengatur emosi, “namanya juga anak-anak!” Situasi ini membuat saya berjanji pada diri sendiri, “Kalau nanti punya anak, saya akan berusaha mendidiknya dengan baik. She or he will behave! But you know that talking is cheap, right?

Tahun 2011 saya melahirkan seorang anak perempuan, tahun ini usianya hampir 5 tahun. Dan anak perempuan saya ini ternyata membuat saya merasa #SepertinyaKualat !! HAHA! Jadi, Menik ini punya teman dekat, yang nggak tahu kenapa kalau setiap ketemuan, pasti reaksinya lebayatun alias berlebihan. Bisa pelukan lama dan saling menyapa rindu, seolah sudah puluhan tahun tidak ketemu. Lalu lanjut dengan teriak-teriak dan lari-larian.Kayak begini:

HADEEEEUUUUHHHH! Anak siapa sih itu?? Kebayang kan, gimana ganggunya mereka di sana? *salim satu-satu*

Bener-bener, deh. Rasanya malu. Saking malunya dan karena susah ngasih taunya (abis dikasih tau, diem 3 menit. Terus diulangi lagi), kami udah berusaha cuek. Dan kalau ada tatapan mata menghardik, kami cuma bisa melemparkan tatapan “punten, ya!” Ehe.. ehe.. ehe! Sepertinya saya beneran kualat ini, sih. Karena dulu, sebelnya luar biasa.. Haha!

Pernah merasakan kualat juga? x)

 

 

One thought on “#SepertinyaKualat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s