The Unprepared Birthday Celebration

Walaupun udah telat banget, tetep lebih mendingan dibanding nggak ditulis sama sekali x)) Ya kan??

***

Jpeg

Sewaktu ulang tahun pertama, saya menyempatkan diri membuat 100 bingkisan berisi cermin, sisir, sikat gigi, handuk kecil dengan hiasan kain tule untuk diberikan kepada anak yatim yang kami undang untuk makan bersama di rumah. Ceritanya ada di sini. Ulang tahun kedua lebih niat lagi. Saya membuat semuanya dari nol. Ya goodie bag, ya kue, ya dessert table, semuanya sendiri. Kayaknya tahun 2013 itu saya lagi ambisius, deh! Lalu ulang tahun Menik yang ketiga, awalnya nggak mau ngapa-ngapain, makan tumpeng dan tiup lilin aja, eh, ujungnya tetap undang saudara dan beberapa sahabat. Jadinya tetap membuat bingkisan untuk dibawa pulang: the memorable Goodie Plastic Jar!

Akhirnya tahun ini, kesampaian juga saya santai nggak bikin ini dan itu. Saya dan suami sepakat cuma mau beli kue lalu ajak Menik ke toko buku dan toko mainan buat pilih sendiri satu buku dan satu mainan sebagai hadiah ulang tahun. Tapi hari demi hari menuju tanggal 17 Oktober, si Menik malah over excited dengan konsep ulang tahun yang keliatannya semakin ia pahami. Walaupun arti paham maksudnya Menik yang udah beberapa kali datang ke perayaan ulang tahun temannya jadi tahu kalau ulang tahun itu berarti rumah ramai sama teman dan saudara.

Jpeg

Rencana bergeser sedikit dengan memutuskan menghubungi keluarga suami yang berdomisili di Jakarta untuk datang ke Bandung dan makan tumpeng bersama. Ya tumpengnya mesen, sih, sama tempat tumpeng langganan, karena nggak niat masak sama sekali. Mertua saya konfirmasi nggak bisa datang karena ada trip mendadak ke Kalimantan. Lalu ipar nomor satu juga bilangnya belum tentu karena anak-anak sedang sakit. LAH, UDAH KEBURU PESAN TUMPENG DAN KUE!! Okay, plan B : undang temen segeng. x)) Akhirnya H-1 ngabarin ke teman-teman dekat untuk mampir makan siang di rumah. Lalu mulai kebat-kebit beli isi bingkisan. Si Goody Bag yang biasanya penuh konsep sekarang dipikirin sambil jalan menuju toko serba ada. Akhirnya kepikiran kasih buku cerita aja. Neneknya Menik alias Eycan bilang “masa bingkisan ultah nggak ada makanannnyaaa?” YAK SIP! Nggak jadi irit. Beli susu kotak, biskuit, permen, dan rumput laut buat teman si buku dalam paper bag. Beli paper bag ini juga pakai drama. Belinya di Gramedia, sekalian pas beli buku cerita, kan. Kami beli di counter asesoris bagian depan, dengan harga Rp16.500. Karena kurang, balik lagi dan ternyata habis. Eh, SPG nya ngasih tau, kali aja mau lihat pilihan lain di rak belakang. Tahukah apa yang saya temukan? Setumpuk paper bag dengan bahan, motif, dan merek yang sama dengan harga Rp10.500. YAILAH! Bayangin, di lantai dan gedung yang sama, harganya bisa beda enam ribu perak. HIIHH! (akhirnya urus ke CS dan dibalikin, sih, uangnya. Kalo enggak, sih, udah ended di surat pembaca kali :p)

Jpeg

Jpeg

Anyway, di hari H alias 17 Oktober 2015, si Menik udah over excited katanya mau ulang tahun. Mau makan bareng temannya dan mau dapat kado x) (duh, lap keringet! niatnya mau ngajarin ultah itu sederhana nggak perlu ini itu, malah begini yang diterima). Semangat mandi, milih baju dan sibuk nanya “mana teman Menik?” Satu per satu tamu dan saudara yang ditunggu pun datang. Bahkan ipar nomor satu ternyata juga datang. Ceritanya suprise dan rumah jadi super ramai. Hahahaha.. Alhamdulillah, walau beneran cuma tiup lilin, potong tumpeng, dan main bersama (baca: tebar mainan, acak mainan, rebutan, dan berantem -ulangi 10000x) tapi Menik senang sekali. Thank you, gaessss! Walau nggak ada foto-foto yang proper, hahahah!

Jpeg

Happy birthday, dear GNSM. We wish you health and wealth. And be open. Show that you love what you love. And please come with question mark instead of period for every single thing happen to your life. Ibu & Ayah love you. Too much. Do enjoy your life. (Saturday, 17 October 2015)

4 thoughts on “The Unprepared Birthday Celebration

  1. dear Menik…. certa Ibu selalu enak untuk dibaca… jaid ikut dateng walaupun kita dateng heheh… kadonya menyusul aja ya Menik…. salam kangen Yang Bun + Yang Kung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s