Short Trip To Malang [Part 2-fin]

HOMAGAAHHH, maafkan ya, lama banget nerusin bagian kedua jalan-jalan ke Malang bulan lalu x) Sebetulnya udah tau banget kalo dibagi-bagi gini, bakalan aneh jadinya. Tapi pengin coba aja, sih, ala-ala travel blogger yang jagoan banget membagi ceritanya ke beberapa post, hahaha!

Okay, kita lanjutkan ke hari Sabtu, 22 Agustus, rencananya tetap kembali ke kota Malang. Tujuan utama Museum Angkut. Kalau bisa mampir ke Eco Park dan malamnya main di Batu Night Spectacular. Rencana tinggal rencana, ya, sis. Niatnya pagi mau sarapan di Rawon Rampal barengan sama Nindya, tapi itu dokter batang hidungnya aja nggak keliatan di hotel. Ternyata Nindya harus menginap di hotel Harris karena doi masuk final di kompetisi tersebut. Sementara itu, Menik nggak mau pergi dari hotel. Maunya main di hotel aja *si norak* hahahaha, akhirnya Menik sarapan di hotel dan mondar-mandir ke egg station kesukaannya. Saya menemaninya dengan segelas kopi. Karena Nindya nggak ada kabar sama sekali, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke Rawon Rampal.

rampal

Foto dari sini

Konon Rawon Rampal ini wajib didatangi saat mengunjungi Malang. Ternyata memang ENAK banget, sih. Potongan dagingnya super besar. Boleh pilih nasinya mau dicampur atau pisah. Jangan lupa kucuri jeruk nipis, tabur toge, dan kasih sambal goreng sedikitπŸ˜€ ENAAAKKKK! Soto dagingnya juga enak, Menik habis makan 1 porsi soto dan 1/2 nasi di sana. Oh iya, pas di sana, meja sebelah memesan nasi putih plus babat goreng, thok! Sekeluarga berempat, nasi 4 piring, babat goreng 4 porsi. GLEK! Ingin coba tapi perut udah nggak sanggup nampung, hahaha. Sebelum pulang, saya membungkus 2 bumbu rawon, 2 bumbu soto, dan 2 bumbu pecel yang bisa dibawa ke Bandung. Oleh-oleh buat Ibu, hihihi.. Kesukaan beliau, nih, masak rawon di rumah pakai bumbu asli Rawon Rampal. NYAM!

Setelah makan di Rampal, saya memutuskan untuk langsung berangkat ke Batu. Tapi di tengah perjalanan, Nindya kirim WA dan meminta saya untuk menjemputnya di Harris. PAs sampai, Nindya meminta saya dan Menik untuk turun dulu sebentar, dan begitu kami sampai di depan pintu ballroom tempat konferensinya digelar, Nindya menyambut kami dengan pelukan super kencang sambil menangis. LAH?!

Jpeg

Cieee, ternyata tangisan bahagia karena Papernya Nindya Pratita jadi juara 1 di PIN (Pekan ilmiah Nasional) PERHATI -KL 2015 – Malang. Menik sampai bingung karena lihat tantenya nangis tersedu-sedu di pundak eike x) SELAMAT YAAA!!!! So proud of you! Jadilah perjalanan ke Batu kepending sebentar nungguin Nindya ngene-ngono sama rekan sejawatnya. Ini anak nggak mau ditinggal, mau bareng langsung ke Museum Angkut katanya. Jadi akhirnya kami baru sampai ke museum angkut sekitar pukul 3 sore.

Museum-Angkut1

Foto dari sini

Museum Angkut ini juga terletak di kota Batu masih di area Jatim Park II. Tiket masuknya Rp70.000 untuk weekdays dan Rp80.000 di weekend. Dan, karena kami memegang boarding pass Air Asia, jadi lagi-lagi dapat potongan harga 20%. ALHAMDULILLAHπŸ˜‰ Museum ini kabarnya merupakan museum transportasi terbesar di Indonesia dan Asia, makanya saya penasaran banget mau lihat isinya. Seperti biasa, manajemen Jatim Park ini berhasil ‘memaksa’ pengunjung untuk jalan mengikuti alur. Tujuan utamanya tentu agar pengunjung bisa melihat semua isi museum, kan? Dan pemaksaan jalan satu arah ini juga membantu meminimalisir tabrakan antar pengunjung.

Jpeg

Di lantai dasar ketika baru masuk, ada banyak jenis alat angkut dari mulai kereta dorong, kereta kuda, mobil, motor, hingga mobil balap. Naik ke lantai dua, ada tempat bernama Apollo yang jadi tempat untuk menikmati keindahan kota Malang yang dingin. Disini juga merupakan Zona Edukasi, yang menampilkan sejarah alat transportasi dari masa ke masa. Setelah melihat berbagai jenis transportasi udara di zona Apollo dan mengenal sejarah transportasi, kami masuk ke zona Sunda Kelapa. Dari sini, nih, udah mulai banyak spot buat foto ala-ala :DΒ 

IMG_6616

IMG_6627

IMG_6645

Awalnya foto ala anak jaman dulu di kota tua, lanjut ke Zona Batavia, lalu ke Las Vegas, Hollywood, Gangster dan Broadway. Pas banget disini, ada pawai mobil tua beserta beberapa talent yang memakai beberapa kostum. Agak maksa sih dan kurang maksimal, sih. Tapi ini udah lumayan banget, lah. hahaha. Lumayan menghibur. Coba nih, lihat yang pakai kostum Snow White. Masa’ pake jam tangan. Kan diprotes sama Menik jadinya hahahaha..

Jpeg

Lalu setelah beres dari Hollywood, lanjut ke Zona Eropa. Disini nanti ceritanya kita mampir ke London, Paris, German, dan melihat perkembangan transportasi pada zamannya masing-masing. Area selanjutnya adalah Buckingham Palace. Disini ada banyak koleksi mobil kuno terutama produksi Inggris yang digunakan Ratu Elizabeth. Lalu ada Double Decker yang dikenal Menik dengan nama Bandros (bis wisata bertingkat, yang memang berwarna merah dan mirip double decker).

museumangkut

Oh iya, di beberapa zona terdapat toko souvenir yang kurang menarik, sih, kalau menurut saya. Harusnya isinya tetap fokus pada merchandise Museum Angkut, tapi toko souvenir ini malah menjual barang-barang khas dari masing-masing zona. Misalnya pernik bendera Inggris di kawasan London x) Anyway, Museum Angkut ini punya BANYAK sekali spot foto yang bagus. No wonder ada tarif khusus buat yang membawa kamera profesional dan GoPro, kalau tidak salah biaya tambahannya sejumlah Rp30.000.

IMG_6661

Setelah puas menambah pengetahuan soal angkutan, zona terakhir adalah Pasar Apung alias tempat makan! Karena niat mau makan bakso bakar, jadi kami memutuskan untuk tidak makan malam disitu. Ada Bude saya yang berbaik hati mau jemput dan ajak makan bakso bakar, jadi kami menunggu Bude Rina sambil ngemil kue Lekker!

Too bad, warung bakso bakarnya sudah tutup dan kami berakhir makan di Bakso Malang Cak Man. INI JUGA ENAK BANGET ternyata! kuahnya segar, baksonya gurih. YUMMOOOO!

So we closed our Saturday in Malang just like that. Nggak jadi ke BNS, nggak sempat mampir ke Eco Park. But we sure had a good time. Kalau memang ada yang mau main ke Malang, Museum Angkut di Batu ini juga bisa masuk ke list must visit place.

**

Hari Minggu, hari terakhir di Malang. Itinerarynya hanya makan bakso bakar di Trowulan (tetep penasaran), dan beli Apple Struddle. Jadi akhirnya kami memutuskan untuk langsung check out dari pukul 10.00 pagi, dan berangkat menuju tempat makan bakso bakar Trowulan. Bakso Bakar ini dijual per 10 atau 15 biji. BIsa minta bumbu biasa atau bumbu pedas. Lalu untuk semangkuk bakso kuah dan mie pelengkapnya bisa diambil sendiri. Self service gitu. Semua bakso dan pelengkapnya dihargai Rp2.500πŸ˜€

So how does it taste? ENAK! hahahahaha (Semua aja enak, ya?!)

Jpeg

Tapi serius emang enak, sih. Sebagai neneng bakso, inovasi bakso dibumbuin dan dibakar ini pas dijadiin cemilan siang atau sore, Nemenin jalan-jalan atau belajar. Setelah hilang rasa penasaran akan si bakso bakar, kami langsung menuju Singosari untuk beli Apple Struddle sebagai oleh-oleh dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Waktu tempuh Malang-Surabaya ternyata tidak sampai 2 jam. Meleset jauh dari perkiraan yang bilang hari Minggu itu akan terjadi kemacetan karena di sedang ada karnaval 17-an di Malang. Karena terlalu cepat sampai, jadilah kami menghabiskan sebagian waktu kami di Bandara Juanda. Penerbangan dengan Garuda Indonesia menuju Bandung terjadwal pukul 17.45. Alhamdulillah, tidak ada delay dan perjalanan kembali ke rumah lancar.

Jpeg

**

Empat hari yang menyenangkan di Malang, atau tepatnya di kota Batu. Saya masih ingin kembali ke Malang untuk menuntaskan utang ke Eco Park, BNS, dan Bromo. Saya tahu banget, ini nggak detail kalo mau dilihat itinerary dll, kindly drop your questions on comment box below, dan nanti akan saya balas secepatnya kalau ada yang matanya lebih lanjut soal jalan-jalan di Malang kemarin, yaaaa.

Till we meet again, Malang!πŸ˜‰

5 thoughts on “Short Trip To Malang [Part 2-fin]

  1. Akhirnya lanjutan cerita Malang-nya keluar juga mbak Saz hehehe.
    Bikin travel diary dijadiin part-part gini gak aneh sih mbak kayak yg mbak bilang… cumaa kalo aku kadang tiba-tiba dateng malesnya karna harus build mood yang sama lagi pas nulis tulisan part 1-nya (biasanya nulis part-1 selalu semangat menggebu-gebu sik hahaha).
    Kayaknya kota besar di Jawa yang belum pernah sama sekali kusentuh itu Malang dan Surabaya. Mampir thok pun belom pernah. Udah berapa kali pengen niatin ke Malang (tujuan utama ke Bromo dan Batu) tapi eh belom berjodoh sampai sekarang. Thanks to your write, bisa nambahin poin-poin harus jalan-jalan kemana pas berjodoh sama MalangπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s