Local Crush #2 : Lipstick Wardah

Sudah baca review lipstick Wardah dari Ira? Sukses bikin saya mau ikut pamer koleksi (cieee koleksiii, padahal baru punya tiga biji :p) lipstik merek lokal ini. Pertama kali tahu Wardah ini dari nyokap, sih, karena kabarnya founder Wardah ini adalah alumni Kimia ITB. Secara nyokap juga selalu mendahulukan produk lokal dibanding interlokal, jadi pasti saya ngikut nyoba, namanya juga anak sholehah, kan! Nggak lama nyokap ngomongin soal Wardah, saya lihat di IG-nya Puche @Puchh upload foto pake Matte Lipstick Wardah yang Velvety Brown and I fell in love at that time.

wardah5

Sambil jalan ke counter Wardah, saya masih punya rasa, itu jangan-jangan bagus karena Puche yang pake! HAHAHAHA ya dese, kan, cantik bingit, ya. Apaan aja dipake pasti pantes, lah akoohh?

Sedikit informasi, selain skin care virgin, saya juga make-up virgin. Okay, bukan make-up, deh, tapi beauty tools. I really don’t care about what to put on my face everyday except when I have to go on stage for hosting an event. Sehari-hari saya cuma pakai bedak tabur marcks dan lipbalm body shop, selama 10 tahun. SERIUS. Bahkan pas kerja di sebuah majalah gaya hidup yang isinya gaya dan cantik semua, eike paling polos, deh. Sekitar setahun yang lalu, saya tiba-tiba terjebak dalam IG Feed sahabat baik sejak kuliah, yang lagi pamer lipstick andalannya. Nah, biasa kalo lagi browse IG, pasti nyasar ke akun-akun lainnya yang punya hestek serupa. Alhasil, mulailah saya gatel pengin cicip listik ini dan itu.

Masa’ nggak punya lipstik sama sekali, Ki? Err, ya punya. Tapi cuma sebiji, merek Revlon, tone nude. Pernah pengin beli MAC Russian Red setelah liat MUA Kiky Franky dandanin Fahrani (kan merasa kulitnya satu tone sama si model, HAHAHA) buat artikel saya, tapi nggak jadi-jadi karena rasanya nggak rela gesek debit diatas 200ribu buat sebuah lipstick yang bakalan habis akhirnya. (Walau sebetulnya saya belum pernah merasakan lipstick habis, hahaha, yang ada dibuang karena expired)

Okay, akhirnya saya sampai di gerai Wardah, Cihampelas Walk. Langsung tanya ke mbaknya, Matte Lipstick Velvety Brown #14. Saya cobain terus langsung beli lippen seharga Rp32.000,- itu. Ho-oh, harganya 32ribu aja. BAHAGIA, ya! Dan setelah seminggu memakai si nomor 14, saya memutuskan untuk menjadikan Velvety Brown ini sebagai lipstick harian. Teksturnya empuk, moist, tapi hasil akhirnya matte. Walau harus oles ulang kalau habis makan, tapi buat saya nggak jadi masalah.

wardah7

FYI, ini adalah lipstick pertama yang habis saya pakai, dan ini adalah tube yang kedua😀

wardah2

Mulai, deh, mau cicip lipstick Wardah yang lain. Nyokap make yang seri Exclusive, dan entah kenapa, apapun yang dipakai beliau, pasti pantes (dan hampir selalu bikin si anak pengin ikutan lalu ngerasa kecele pas ngaca..) jadi pas nganter ibu beli, saya ikutan. Lipstick kedua yang saya miliki adalah Exclusive Lipstick Great Berry #35. Sebelum beli, saya lihat beberapa bibir berwarna pink-fuschia-berry seliweran di feed IG dan Path. Jadi sok ikut tren aja, hahaha. Seperti biasa, cek tiga warna yang saya pilih, cobain di bibir dan pilih satu yang paling pantes.

wardah4

Beda sama si Matte, kalau Exclusive ini akhirnya glossy. Karena kemakan tren Matte, saya ngerasa kurang oke dan nggak pantes aja make lippen mengkilap. Tekturnya moist dan mudah diaplikasikan. Tapi nggak full coverage, jadi harus tiga-empat kali pulas, blot sekali, trus pulas lagi biar full dan agak tahan lama. Harganya Rp37.000 ajah. Nah, karena nggak suka yang glossy, saya coba ngakalin. Pernah baca kiat ini tapi lupa dari mana, huhu. Jadi setelah dipoles dua-tiga kali, blot sekali pakai tissue, poles lagi kalau diperlukan, blot dikit, tepuk-tepuk bedak tabur sedikit, bersihkan, dan tadaaaa.. jadi matte, deh!😉

wardah1

Lipstick Wardah terakhir yang saya punya, dan sempat jadi favorit dipake sebulan adalah seri Longlasting warna Cherry Glam #11. Ini keracunan Manda pas baca artikel di FD. Lagi-lagi merasa tone kulit sama, jadi pede kalau si merah ceri ini juga bakalan cocok di saya. Kebetulan banget pas beli lagi nggak bisa cobain, jadi langsung tancap minta ke SPG dan bayar Rp42.000,- di kasir.

wardah6

Sampai rumah, coba pulas dan omaigaatt, cucok, ya! Matte, teksturnya tidak kering, dan tahan lama. Kalau nggak mau kering, apply lipbalm dulu dikit sebelum pake Wardah Longlasting. Habis ini mau coba beli nomor 03 kayak yang pernah diliatin Noni.

wardah3

Foto-foto diatas tanpa filter, cuma pencahayaan aja yang beda-beda. Maklum, mengandalkan sinar alami alias matahari pagi hahaha.. Tiga lipstick Wardah ini selalu ada di pouch saya sekarang. Setiap hari sudah pasti pilihan pertama jatuh ke Velvety Brown. Tapi kalo mau centil dikit, pake si Great Berry, dan tolong abaikan penampakan si Great Berry yang udah bocel begitu. Itu akibat punya anak balita perempuan yang suka lupa minta ijin coba lipstick ibunya x’) Nah, kalau si Cherry Glam dipakai kalau pas mau pergi tiba-tiba ada perasaan ragu. Because when in doubt, wear red, khaan?😀

Nah, seperti judul postingan ini, saya memang punya perasaan tersendiri tentang produk lokal untuk banyak hal. Entahlah, rasanya semacam bisa membuktikan, tanpa perlu produk luar yang harganya pasti nggak murah, produk lokal juga nggak kalah. Local crush #1 saya adalah tas dari Cagi hehee. Nanti cerita terpisah aja, ya!

Jadi saya kasih bintang 4 untuk serial lipstick Wardah. Harga cocok banget, saya sengaja beli di gerai resmi supaya harganya sesuai anjuran :p. Kekurangannya satu, nih, si Longlasting gampang patah. Baru dua kali diputer, tiba-tiba ‘plek’, LAH! Tapi masih bisa dipake, sih.

Yak! Gimana? Ada yang penasaran cobain Wardah juga? Atau punya lipstik lokal andalan yang lain? Coba bagi-bagi, dong😀

11 thoughts on “Local Crush #2 : Lipstick Wardah

  1. Wardah Exclusive prnh punya yg merah jreng. Yg Hydrogloss jg favorit eke bgt untuk moisturizer n wrn coklatnya sheer manis. Tp blm repurchase keduanya sih krn lalu berpaling ke merk halal lainnya which is La Tulipe. Ga tau nih varian apa namanya, yg jelas kemasannya bkn plastik. Kyk logam gt. Dan teksturnya creamy. Trs sejak April ikut keracunan Wardah LL juga dong, nomer 6 n 9.

      • ho oh hydrogloss ini macam lipgloss tp berwarna. tipis aja tapi warnanya🙂 biasanya aku dulu ditumpuk: yg exclusive kutumpuk pake hydrogloss spy gak ngejreng banget.

  2. Seri yg exclusive itu gue punya sekitar tahun 2008, dikasih dari produsen langsung *gretongan bok* dan langsung suka! Lipppen itu sampai tamat deh, riwayatnya. Dari situ jadi suka produk2nya yang lain, sempat pake bedaknya juga. Kalo Wardah LL, punya cuma 1. Kenapa? Karena tangan ini telanjur gatal klak klik beli merek lain di OLS -__-

    • KOK, ENAK BANGET, SIH! Bagi tips eh kiatnya, dong, bisa dibagi sama produsen gitu!!

      Btw, gue baru nyobain L.A Girl Matte Pigment Gloss, enak juga. Harganya 80 ribu, aja, lebih enak dari NYX, harga lebih murah dari Bourjouis :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s