Menik Akhirnya Ditindik!

Sejak beberapa minggu ini, Menik selalu minta pakai anting. Saya jelaskan kalau belum ada lubang tempat anting alias nggak ada tindikan di telinganya. Kalau mau pakai anting, harus ditindik, dan proses tindik ini akan terasa sakit. Ternyata setelah diperlihatkan gambar alat tembak (Ear Piercing Gun) dan bagaimana prosesnya, Menik tetap teguh pendirian, loh. Jadi akhirnya tanggal 23 April 2015, kami berangkat ke RSIA Limijati untuk melakukan proses tindik.

Kenapa di rumah sakit? Karena saya harus yakin, alat dan anting yang akan dipakai ini steril. Biayanya Rp65.000,- sudah termasuk sepasang anting steril yang harus dipergunakan terus selama satu minggu. Lihat, deh, gambar di bawah:

output_4tgDlZ

Begitulah kira-kira perasaan Menik pas ditindik. Ketika antri dan akhirnya dipanggil masuk ke ruangan, Menik semangat sekali. Bahkan gandengan sama susternya x) Sampai akhirnya telinga pertama ditembak, tampak sedikit menyesal dengan keputusannya, tapi ya udah lah ya! Nangis sebentar, mungkin sakit dan kaget. Nggak lama, sih, nangisnya, karena setelah itu dirinya sibuk memandangi giwang bulan yang bertengger di telinganya.

Ciee, happy banget, ya, Menik!πŸ˜€

Senang, deh, akhirnya Menik yang memutuskan sendiri untuk menindik telinganya. Dengan begitu, Menik tahu, bahwa tubuhnya merupakan tanggung jawabnya sendiri. Ibu dan Ayah nggak mengambil hak kamu dengan menindik tanpa izin ketika kamu baru lahir.

Yuk, cari anting Cinderella! :p

6 thoughts on “Menik Akhirnya Ditindik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s