Mother, You Gotta Be Strong!

image

Masih ingat beberapa hari lalu, saya tulis obituary untuk Air Aksara Maulida? Tulisan tersebut, setelah dibaca berulang, membuat saya merasa, teman saya yang satu ini punya kekuatan sebagai seorang ibu. Membuat saya tersadar, ketika jadi ibu, ada kekuatan yang harus disiapkan untuk mengatasi kesulitan. Membuat saya menanamkan pada diri: kalau ada hal buruk terjadi, saya harus bisa kuat seperti dirinya.

Kekuatan ini rasanya pertama kali muncul saat ibu akan melahirkan anaknya. Terlepas dari teriakan menahan rasa sakit saat kontraksi atau rintihan menahan sakit jahitan sesuai di operasi, tapi ada kekuatan yang muncul untuk berjuang mengantar anak ke bumi. It hurts like hell but mother done that, bahkan berulang kali, kan?

Saat anak sakit misalnya, ada kekuatan yang membantu mata dan tubuh tetap terjaga agar bisa memantau suhu tubuh, membantu mengambil minum, atau menggendong dan mengantarnya ke kamar mandi.

Olva memang galau, sedih, bingung, tapi ada kekuatan yang mendorong dirinya untuk berpikir mencari pertolongan secara maksimal. In her case, she poked me on Whatsapp.

Ini sudah kesekian kalinya saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana seorang ibu mencoba untuk kuat saat menghadapi cobaan berat soal si anak: anak kecilnya berjuang untuk hidup namun ternyata gagal dan akhirnya meninggalkan dunia lebih dulu daripada ibunya.

Terbayang bagaimana beratnya hati yang mungkin terasa seperti jatuh ke dalam bumi hingga lutut lemas namun harus bisa berdiri, menggunakan akal sehat, agar tidak ada hal-hal negatif lainnya yang terjadi.

Olva, thank you for being a good role for young mother like me. Terima kasih sudah memberikan contoh bahwa rasa dan akal sehat harus dipegunakan dengan baik. Terima kasih untuk memberikan contoh bahwa meraung, meratapi kematian tidak ada artinya. Yang berarti adalah kiriman doa untuk nyawa yang sudah diambil kembali oleh sang pencipta.

Mungkin ada yang tanya, tahu darimana kalau Olva itu kuat? Well, foto diatas diambil hari Rabu kemarin tanggal 15 April, 4 hari setelah duka terjadi. Olva dan suaminya pergi mengantar Biru, anak pertamanya ke kelompok bermain seperti biasa. Jahitan bekas operasi masih sakit, payudara penuh air susu masih membengkak, tapi senyumannya ada terutama untuk Biru dan suaminya.

(Untuk Olva.. Yogjakarta, 19.04.2015)

3 thoughts on “Mother, You Gotta Be Strong!

  1. I wonder how tough she is! Salam ke Mbak Olva yah, Mbak Saz🙂 Luar biasa, harus kuat ya. Saya juga kmarin baru kepikiran, kalo kita sayang sama anak, justru kita harus kuat, melakukan yg terbaik, bukan cengeng/melemah. Easier said than done, but that’s motherhood anyway…semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s