Movie Date: Cinderella

Disclaimer: tulisan ini dibuat oleh seorang yang Easy To Pleased kalau soal nonton film. Jadi please, jangan bete kalau pas udah baca ini dan nonton sendiri, merasa beda pendapat. Kan subjektif😉

Sewaktu melihat trailernya tahun lalu, hati saya sudah berbunga-bunga membayangkan salah satu princess Disney kesayangan akan berwujud manusia. Cinderella, kisah klasik upik abu ini dikemas ulang oleh Disney Movie dan pastinya diharapkan jadi salah satu film yang ngehits tahun ini. Jadi saya sangat menunggu tanggal 12 Maret 2015 datang untuk bisa nonton cerita si pemilik sepatu kaca di layar lebar bersama Menik. Wait, Menik diajak? Memangnya boleh? Hmm, ketika melihat trailer, saya merasa film ini boleh ditonton Menik, dengan kategori Semua Umur, why not? Yang penting, saya ada di samping Menik, sehingga jika muncul pertanyaan, saya bisa langsung kasih jawaban.

Sewaktu filmnya mulai dan melihat Cinderella kecil bercengkrama bersama Ayah dan Ibunya, sudah membuka memori saya sewaktu kecil. Pesan moral dimulai diawal film, karena kan ibunya meninggal, ya. Sebelum meninggal, ibunya Cinderella berpesan “be a lady, who have courage and be kind. Remember Ella, have courage and be kind!” Iya, kalau di film ini, nama asli si Cinderella adalah Ella. Kata Cinder ditambahkan ketika dua saudara tiri melihat bekas abu di pipi Ella. Cinder-Ella. Cinderella. Selanjutnya, bisa ditebak, karena ini yang buat Disney, nggak ada twist sama sekali di ceritanya. Benar-benar sama dengan yang cerita yang pernah saya baca. Jadi saya enjoy banget dan nggak ada rasa “Loh, kok gini, sih? Di buku kan nggak gini!” sama sekali. Jadi kalau hafal cerita Cinderella yang asli, pasti bisa menikmati setiap detik filmnya.

What I love the most adalah pakaian dansa dan wedding gown milik Cinderella. BREATH-TAKING! Call me lebay or else, ya pokoknya saya suka! Hihihii.. Pakaian dansa berwarna birunya bagus banget, apalagi pas dipakai dansa sama si pangeran. Ini kabarnya, dibuat dari 270 meter kain. Ihik!

https://us-east.manta.joyent.com/condenast/public/vf/production/2015/02/11/54db6c5aabcd32906da3cf56_cinderella-disney-costume-vf.jpgGambar dari sini

Satu lagi, gaun pernikahannya yang terbuat dari bahan organdi. Kan ceritanya menggambarkan kesederhanaan Cinderella, jadi pas nikah gaunnya juga nggak wah seperti ratu kerajaan lainnya.

https://us-east.manta.joyent.com/condenast/public/vf/production/2015/02/11/54db6c5aabcd32906da3cf56_cinderella-disney-costume-vf.jpgGambar dari sini

Kalau sepatu kaca, nggak usah ditanya lagi deh. BAGUS!! Sesuai bayangan selama ini. Sepatunya terbuat dari kristal, tapi karena nggak nyaman dipake, jadi pake efek digital imaging. Aslinya pas syuting, Lily James pake sepatu warna kulit.

http://www.eonline.com/eol_images/Entire_Site/20141019/rs_1024x759-141119042505-1024.Cinderella-Slippers-JR-111914.jpg

Gambar dari sini

Detil lainnya yang juga bikin mata berbinar adalah proses sihir labu jadi kereta kencana, angsa jadi kusir, tikus jadi kuda, dan kadal jadi pengawal. Hihiii, Helena Bonham Carter yang berperan sebagai fairy godmother juga jadi highlight. Aktris favorit saya ini cuma muncul sebentar, benar-benar hanya pada waktu Cinderella lagi sedih karena nggak boleh pergi ke pesta dansa dan bajunya dirobek sama ibu tiri, sampai ketika Cinderella berangkat ke pesta dansa pake kereta kencananya.

CINDERELLA

  Gambar dari sini

Ada banyak adegan yang rasanya jadi kenyataan setelah selama ini hanya membaca buku atau menonton film versi kartunnya. Mungkin karena versi manusia, ya, jadinya real gitu. Hahaha. Jadi kalau misalnya ada yang menasbihkan dirinya sebagai pecinta Disney’s Princess terutama Cinderella, IMO, you should go and watch this movie.

Now, about bringing you bebe to watch this. Ketika siang tadi saya check in di Path dan bilang kalau saya sedang movie date sama Menik, semua pada nanya “jadi bisa anak-anak nonton?” dan ketika film sudah beres, WA brudul masuk “Kiiii, gimana Cinderella? Bisa buat anak-anak?” rata-rata semua nanya gitu. Ini terus terang, pas pertanyaan ini masuk, saya langsung bertanya dulu, sih, sama diri sendiri “bener nggak, ya, gue bawa Menik ke bioskop nonton Cinderella?” Hahahhaa, takutnya kurang peka gitu sama keadaan. Tapi setelah diingat-ingat keputusan ini saya ambil karena:

  1. Saya nonton bersama Menik. Saya ada disampingnya dan tidak mendelegasikan siapapun untuk mendampingi Menik saat nonton Cinderella.
  2. Menik sudah hafal cerita Cinderella, dan ketika saya ajak lihat trailernya, dirinya semangat mau nonton di bioskop.
  3. Saya juga sudah nonton dan menghayati cerita putri-putrian juga dari kecil. Menurut cerita Ibu, sejak balita, salah satu cerita-cerita yang suka dibacain sebelum tidur adalah soal Princess. Dan apakah ini menjadikan saya anak yang hidup dalam khayalan? Kayaknya enggak, sih. Saya merasa hidup realistis saja, sih. Misal, ada uang lebih, nih. Cukup buat beli tas Saturday yang selama ini diincar. Eh nggak tau, ada kebutuhan membeli kursi untuk ruang makan, ya saya beli kursi dulu, lah! Oh, saya juga belum mampu beli tas Goyard, ya udah, diem aja. Nggak cari yg KW juga. Mampunya beli Zara, ya itu aja. Realistis, kan? Nggak ngarepin ada pangeran berkuda yang bawain tas Goyard juga sih x))

11041823_10152904648969145_8518123850593161197_n

Begitulah. Hehehe, jadi kalau tanya sama saya, jawabannya “boleh anaknya diajak nonton, tapi dampingi. Oleh orang tuanya” Gitu aja, ya! Dan bener juga, temen saya share kutipan Einstein “If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent.. read them more fairy tales!” Jadi jangan parno banget lah sama yang namanya dongeng. It won’t hurt you nor your children😀

Kami keluar dari studio dengan rasa senang, Menik semangat ketika ditanya dan diajak bercerita kembali. Belum lagi, diawal ada dilm pendek “Frozen Fever”! Wah, rasanya cukup untuk memancing rasa betah duduk di depan layar lebar.

10 thoughts on “Movie Date: Cinderella

  1. I’m a big fan of Disney Princess, tapi jagoan saya si Snow White ceritanya macem-macem banget deh, blom ada kayaknya yg dibikin begini. Jadi pengen nonton dan ngirii udh bisa movie dating berdua si kecil😀
    Dan aahh, selalu terpesona sama gaun-gaun princess kalo ada pilem-pilem macem gini, bikin pengen make jugak X))

    • Iya ya, Snow White kalo dibuat versi live begini, pasti bagus juga. Jadi ternyata Disney Tales Live Version ini mau dibuat tiga: The Jungle Book, Maleficent, dan CInderella. Tapi duluan Maleficent keluarnya, ya. Duh, coba semua cerita princess disney dibuat versi live, pasti aku ke bioskop melulu!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s