Project Sunlight For Our #BrightFuture

Saya pernah cerita di Mommiesdaily, bahwa saya anaknya (sok) Go-Green banget😀 Mulai dari tidak menggunakan Pospak selama tiga bulan penuh (dan hanya pakai pospak kalau keluar rumah saja), memanfaatkan barang bekas untuk jadi mainan Menik, dan mengusahakan untuk selalu membawa tas sendiri saat belanja, jadi tidak perlu kantung plastik lagi. Semuanya saya lakukan karena saya sayang sama bumi. Rasa sayang ini bisa tumbuh karena mencintai bumi adalah salah satu hal yang ditanamkan nilainya dengan baik oleh Ibu dan Bapak.

How-Get-Your-Child-Poop-Potty

*Gambar dari sini

Menjaga kebersihan ini memang hal yang harus ditanamkan dari kecil. Saya tidak bisa membuang sampah sembarangan, walau hanya satu bungkusan kecil bekas permen. Jika memang tidak ada tong sampah, maka saya akan menyimpannya di kantung atau di dalam tas. Urusan menjaga kebersihan saat buang air kecil atau besar juga diajarkan dengan tegas. Bahwa kalau mau buang air harus di tempatnya, harus mengikuti jenis toilet apakah jongkok atau duduk (tidak boleh jongkok di toilet duduk), harus menyiram dengan bersih, dan harus cuci tangan setelah selesai urusan di kamar mandi.

WorldToiletDay

Tapi percaya nggak, begitu masuk TK, saya merasa insecure kalau harus ke kamar mandi. Trauma satu kali masuk kamar mandi, ada yang tidak menyiram dengan bersih. Sejak itu, saya selalu berusaha untuk menyelesaikan urusan buang air di rumah saja. Hal ini terus berlanjut hingga di universitas. Saya harus curi-curi masuk ke kamar mandi dosen di gedung A, supaya bisa pipis dengan tenang. Maksudnya kamar mandi dalam kondisi nyaman. Tidak perlu sebagus hotel, yang penting bersih, tidak ada jejak kaki di atas dudukan toilet duduk, dan air mengalir dengan baik. Sedih, ya, sampai kuliah pun saya nggak bisa mendapat akses toilet umum yang baik.

Ini artinya apa? Artinya, catatan Joint Monitoring WHO/UNICEF  di tahun 2010 yang menunjukkan kalau masih ada lebih dari 63 juta orang yang buang air tidak pada tempatnya, dan 46% rumah tangga belum memiliki fasilitas jamban yang memadai, adalah benar. Kalau begitu, kebayang, dong, bagaimana anak-anak yang termasuk dalam keluarga tanpa jamban yang memadai berprilaku di toilet umum. Sedih, ya? Semakin sedih lagi kalau tahu ada lebih dari 40 juta orang memiliki akses yang minim untuk sumber air bersih dan lebih dari 110 juta penduduk tidak memiliki akses untuk sanitasi yang baik. Tambahan lagi, hanya 2% yang memiliki akses untuk sistem pembuangan air dan kotoran di daerah perkotaan. Ini menjadikan Indonesia salah satu negara yang terendah aksesnya di dunia dan di antara negara berpenghasilan rendah.

Sebetulnya ada banyak data yang bikin saya teperangah kemarin ketika berada di acara peluncuran Project Sunlight oleh Unilever. Sebuah proyek prakarsa Unilever Global yang diluncurkan di 5 negara, salah satunya adalah Indonesia. Tujuannya tentu untuk membuat Masa Depan Sehat demi kelangsungan hidup anak-anak kita di masa mendatang. Untuk proyek ini, Unilever meluncurkan sebuah video berisi gagasan dan harapan dari para calon pemimpin masa depan di seluruh dunia. Check this one:

Nah, Project Sunlight ini cocok banget buat yang ingin berkontribusi lebih demi sanitasi yang lebih baik di Indonesia namun tidak tahu harus bagaimana. Cek dulu, deh, www.projectsunlight.co.id🙂 Situs inilah yang akan membantu kita untuk bisa berpartisipasi mewujudkan masa depan yang sehat.

Caranya gampang banget, kok. Kalau sudah masuk ke website Project Sunlight, bisa langsung melakukan beberapa hal, yaitu:

  • Lihat (VIEW)

Menyaksikan film inspirasional ProjectSunlight di situs www.projectsunlight.co.id. Setiap kali film ini disaksikan, Unilever akan menyumbangkan Rp.100,-

  • Bertindak (ACT)
  1. Menulis ide untuk #brightfuture di http://www.projectsunlight.co.id mengenai bagaimana bisa membuat perubahan. Setiap ide yang dituliskan Unilever akan menyumbang Rp.1.000,-
  2. Menjadi relawan #brightfuture untuk secara langsung melakukan edukasi kesehatan dan berinteraksi dengan anak-anak di berbagai Sekolah Dasar di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan Yogyakarta. Unilever akan menyumbang Rp.100.000,-
  • Bekerja sama dengan Lotte Mart untuk mendukung program edukasi dan penyediaan fasilitas sanitasi di Sumba NTT. Setiap pembelian produk Lifebuoy, Pepsodent dan Domestos, Unilever akan menyumbang Rp1.000
  • Berbagi (SHARE)

Menyebarkan cerita atau video inspirasional mengenai gagasan anak tentang masa depan untuk membantu menginspirasi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia

  • Ikut (FOLLOW)

Mengikuti cerita inspirasi di Project Sunlight

Nanti, seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk melakukan edukasi dan membangun penyediaan fasilitas sanitasi di Sumba, NTT melalui kerjasama dengan Save The Children.

Oh ya, di web Project Sunlight, juga ada materi yang bisa diunduh. Misalnya mau mengedukasi orang di rumah, ART, bahkan ke tetangga soal cara cuci tangan yang baik menurut standar WHO itu bagaimana, dan kapan saja sebetulnya waktu untuk mencuci tangan, bisa banget. Dan ada banyak materi lainnya. Cek langsung dan pilih materi yang dibutuhkan, ya.

Sekedar mengingatkan soal keadaan sanitasi di Indonesia, Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan lima pilarnya merupakan kerangka kerja yang penting untuk memperbaiki sanitasi. Kelima pilar tersebut adalah:

  • Penghapusan buang air besar di tempat terbuka
  • Mencuci tangan dengan sabun
  • Pengolahan air rumah tangga
  • Pengelolaan sampah padat
  • Pengelolaan limbah cair

Tuh, bantu yuk. Agar Indonesia lebih melek soal sanitasi, untuk masa depan kita yang sehat. Sejujurnya, saya ingin sekali Menik nanti tidak perlu merasa susah jika harus buang air di toilet umum. Saya juga ingin, anak-anak yang sebaya dengan Menik tidak perlu lagi terjangkit diare yang merupakan salah satu indikasi sanitasi yang buruk. Semoga juga generasi Menik benar-benar menjadi agent of change, seperti yang ditulis Riska soal Gen Z) agar semuanya bisa memiliki perilaku cuci tangan yang benar, agar tidak ada lagi yang buang air di sungai atau selokan, agar semua rumah tangga memiliki fasilitas toilet pribadi dan septik tank. Karena masalah sanitasi ini merupakan tanggung jawab kita bersama, mari kita hilangkan sifat apatis dalam diri seperti yang disampaikan Dira Noverani dalam video #BrightFuture diatas.

20141122-165428.jpg

Bagaimana,? Sudah terpikir mau melakukan apa? Mampir dulu, deh, ke Project Sunlight dan segera lakukan aksi sesuai kemampuan diri.

Yuk, kita wujudkan masa depan sehat!

3 thoughts on “Project Sunlight For Our #BrightFuture

  1. kemaren baca tentang campaign ini dari blognya sanetya dan tertarik buat ikutan. Cuman belom punya pengalaman yang gmana-gimana tentang go green euy. Baca-baca dulu kali yes di webnya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s