Tentang anggota DPR

DIGITAL CAMERA

Hari ini baru saja dilantik, ya, para anggota DPR terhormat. Dibayar puluhan juta setiap bulan selama lima tahun, dan tentunya akan hidup tenang setelahnya karena otomatis mendapat jaminan pensiun. Pernah terpikir nggak, sih, kenapa anggota DPR ini bisa dapat privilage begitu banyak? Jawaban paling mudah ya karena namanya adalah Dewan Perwakilan Rakyat. Mereka harus berdiri paling depan untuk membantu rakyat, menyalurkan suara rakyat agar bisa sampai ke para petinggi negara, dan tentunya untuk memperjuangkan rakyat. Tapi coba, deh, dipikir dengan seksama.. Apa yang sudah para anggota DPR ini lakukan sebetulnya?

Kalau saya yang ditanya, saya akan jawab tidak tahu. Bahkan saya pesimis, deh, melihat semakin banyaknya jajaran artis yang jadi anggota DPR seakan mereka beneran bisa menyuarakan rakyat dari semua lapisan. Gimana mau menyuarakan isi hati rakyatnya kalau pada waktu mendapat SK, mereka sibuk selfie di gedung rakyat? Ya, memang nggak ada yang ngelarang, sih. But seriously? Harus banget foto-foto menunjukkan kegirangan hati dan menjawab wartawan dengan “nggak ada aturannya lagiii, santai aja. Selfie kan tren, gaya hidup masa kini!” *nggak ada emoticon mulut nganga disini, ya?*

Well anyway, saya jadi teringat salah satu cerita ibu tentang almarhum Bapak dan keanggotaan DPR ini. Ternyata beliau mendapat tawaran untuk mengisi kursi anggota DPR selama dua periode. Berulang kali pengurus partai mengirim formulir, beberapa kolega mengajak untuk memasukkan formulir yang sudah diisi, dan berulang kali juga beliau menolak. Almarhum Bapak berkenalan langsung dengan Politik Pada Rakyat Miskin yang menjadi objek penelitian skripsi S1 saat mengenyam pendidikan Antropologi di Universitas Indonesia. Ternyata, saat melakukan penelitian lapangan langsung, beliau merasa tidak punya daya untuk menolong rakyat miskin dari busuknya politik. Oh cmon, we all know that politic is fishy, right? Nah, karena merasa tidak mampu menyuarakan rakyat miskin ini, beliau menolak untuk duduk di kursi Dewan Perwakilan. Kenapa tidak mampu? Harusnya bisa, dong, kan sudah mempelajarinya. Justru karena sudah tahu bagaimana busuknya politik, dan keadaan Indonesia pada waktu itu, beliau tahu diri bahwa duduk menjadi anggota dewan bukan berarti memiliki kekuasaan untuk mengisi perjalanan pemerintah. Dan karena memang dirinya memiliki idealisme yang kadang membuat saya kesal sendiri, beliau bilang kalau memang dirinya menjadi anggota DPR, maka akan dosa besar jika menerima gaji sekian banyak tapi hanya duduk rapat, ceritanya berusaha merumuskan permasalahan dan selesai. Terserah, deh, gimana akhirnya. Yang penting semasa menjabat terlihat bekerja dan berusaha. Hasil akhir yang Tuhan yang menentukan.

Sinting! Itu yang ada dalam pikiran saya ketika mendengar cerita tersebut. Tapi kalau mengingat bagaimana dulu pendiri partai NasDem memaksa beliau untuk mengurus MI, dan ditolak terus menerus dengan alasan “idealisme gue adalah tidak bekerja untuk teman. Teman, ya, teman. Kalau hubungan berubah jadi rekan bisnis, bos dan atasan, ya nggak bisa. Gue nggak bisa!” hingga Oom SP datang ke ibu dan bilang “Gila tuh, suami lo. Mau dikasih yang enak, nggak mau. Bisa lo bujuk nggak?” saya maklum dengan pemikiran beliau soal keanggotaan DPR. Akhirnya gimana? Pekerjaan tersebut di hand over ke salah satu murid beliau yang terpercaya di IISIP, yang sekarang sudah punya talkshow sendiri di MetroTV, hehehe.

Maksud lo nulis ini apa, Ki? Pamer ke orang soal Bapak lo?

*Big Grin*

Well, yes! Karena apa? Karena gue bangga punya Bapak seperti beliau.

Tapi juga, saya mau postingan ini jadi pengingat tentang anggota DPR. Masih hangat, nih, karena baru saja dilantik. Di akhir periode anggota DPR yang lalu, recordnya jelek, kan? Berkaitan dengan pemilihan Pilkada langsung atau via DPRD. Maksudnya begini, gaji Anda yang terhormat semua ini dari pajak yang kami, rakyat Indonesia, bayar. Mbok, ya, inget-inget sumpah jabatan dan janjinya. Coba, deh, perjuangkan apa yang rakyat mau sampai titik darah penghabisan. Jadi kami-kami ini tidak dosa karena tidak ikhlas membayar pajak pada negara. Gitu, ya? Deal?

Selamat bekerja, hei, anggota dewan yang terhormat!

People should not afraid of their government. The government should be afraid of their people – V for Vendetta

*Gambar dari sini

2 thoughts on “Tentang anggota DPR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s