Namanya Istri Manja

Jadi begini ceritanya, saya dididik jadi anak mandiri. Walau boleh bermanja sedikit sama Bapak, tapi tetap saja, saya harus bisa menyelesaikan semua masalah sendiri. Nah, akhirnya saya tiba pada satu titik dimana saya iri lihat temen-temen pada manja kanan kiri. Bayangin dong, saya harus ganti ban mobil yang kempes sendirian, sementara teman-teman saya tinggal telp aja nanti ada yg datang membereskan masalah ban tadi. Iri dong? 😝

Karena iri, akhirnya saya berdoa “ya Allah, kalau nanti saya punya suami, saya mau orang yang bisa jadi tempat saya bermanja-manja. Pokoknya saya mau suami saya itu mau manjain saya semaksimal mungkin. Dan saya janji, saya cuma bakalan manja sama suami aja. Kalo suami lagi nggak available buat ngeladenin saya yang mau manja, ya, saya bakalan mandiri lagi. Seriussss! aamiin”

Doa dikabulin, dong, pemirsaahhhhh!

Ternyata sisi jeleknya adalah saya jadi uring-uringan kalo suami nggak ada. Nggak keliatan sih dari luar, tapi sebetulnya dalam hati saya, tuh, saya reseeeekkkk. Dan akhirnya suami juga yang kena imbasnya. Apaan juga bisa jadi salah, deh! πŸ˜‚ Karena apa hayo? Ya karena tempat manja-manjaannya nggak ada..

Nah, setelah dua tahun lebih nggak ada event keluar kota, mulai tanggal 18, eike ditinggal lagi nih, sampe tanggal 6 nanti. Gimana coba perasaan si perempuan manja? HAHAHA. Ya gundah gulana tentunya. Ah, suami.. semoga pekerjaanmu berjalan lancar ya, dan semoga selama perjalanan, diberikan keselamatan dan kesehatan.

Much Love!
😘

View on Path

5 thoughts on “Namanya Istri Manja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s