#KidsToday : Being Me Is a Messy Business!

That was the best quote I heard about how kids growing up. Kutipan ini saya dapat dari video “Menjadi Seorang Anak Kecil” , coba lihat, deh!

Video ini pertama kali saya perhatikan dengan seksama sewaktu menghadiri undangan dari Mommies Daily untuk berkumpul bersama di Kids Today Project Blogger Gathering, 12 April yang lalu, di Jakarta. Sebetulnya beberapa kali video #KidsToday ini muncul saat saya nonton di YouTube, tapi selalu saya skip *BIG GRIN* Tapi kemarin setelah melihat video-video yang dibuat oleh Rinso untuk mengingatkan betapa pentingnya bermain bagi anak, saya jadi terharu, sedih, dan berpikir.

Terharu melihat polosnya anak-anak ini ketika menjawab pertanyaan “seperti apa rasanya jadi anak-anak?”

Sedih melihat beberapa fakta soal kurangnya waktu dan lahan bermain bagi anak.

Dan kemudian berpikir bagaimana caranya memenuhi kebutuhan waktu bermain anak saya sedangkan kami dikungkung oleh sistem yang kurang mendukung. 

Selain video diatas, ada tiga video lainnya yang merupakan bagian dari Kids Today Projectnya Rinso dengan big theme “Berani Kotor Itu Baik”. Rinso ingin kampanye ini menjadi reminder untuk ibu-ibu bahwa bermain itu penting untuk perkembangan si anak.

???????????????????????????????

Sewaktu Psikolog Roslina Verauli memaparkan fakta bahwa ternyata waktu belajar yang dihabiskan oleh anak dalam seminggu itu lebih banyak dibanding dengan waktu bekerja orang tua, saya langsung berhitung cepat. HAHAHA. Iyaaa, anak saya usianya baru 30 bulan, dan justru karena baru usia balita, saya mau introspeksi diri. Dari pie chart yang diperlihatkan oleh Mbak Vera, usia 2-6 tahun itu membutuhkan 5 jam waktu bermain, dan sebaiknya bermain aktif.

Bk_mkyeCUAABifK

Alhamdulillah, kalau berkaca, ya, Menik rasanya lebih dari 5 jam deh sehari kalo urusan main. Maklum, anaknya belum bergabung dengan kelompok bermain secara formal, dan kebanyakan menghabiskan waktu di rumah bersama saya. Coba, ya, saya paparkan ‘jadwal harian’ si Menik.

  • 06.30 Bangun tidur
  • 07.00 Kasih makan Buddy, main di taman.
  • 07.30 Mandi
  • 08.00 Sarapan
  • 08.30 -10.00 Bermain biasanya aktif, seringnya Play Pretend: jadi koki, pura-pura belanja sambil dorong trolley, nyanyi-nyanyi, jadi putri, jadi ibu(jalan keliling rumah pakai sepatu dan tas saya), dan lainnya.
  • 10.00-11.00 Tidur
  • 11.00-12.00 Bermain, biasanya pasif. Menggambar atau menyusun balok / Lego.
  • 12.00 Makan siang
  • 12.30-14.00 Bermain, biasanya ngerecokin saya di dapur jika ia tahu saya sedang ngulenin adonan roti, ikut keluar rumah untuk belanja atau memang saya ajak ke play ground.
  • 14.00-15.30 Tidur
  • 15.30-16.00 Bangun, sambil nunggu air panas biasanya nonton tv atau video musik, atau minum susu coklat dan makan biskuit.
  • 16.00 Mandi
  • 16.30-18.00 Bermain, tergantung energi, nih. Bisa menggambar, main lilin, main masak-masakan, nyuapin boneka, main sama Buddy, metik bunga, dan lainnya.
  • 18.00 Ikut bantuin menyiapkan makan malam (baca: rempong di dapur)
  • 18.30 Makan malam bersama
  • 19.00 Bermain pasif, biasanya (kebanyakan, nih) anaknya gambar atau nonton
  • 20.00 Siap-siap tidur. Sikat gigi, ganti piyama.
  • 20.15 Baca buku
  • 20.30-21.00 Nyusuuuu! x)) dan tidur!

Jadwal ini nggak plek ketiplek setiap hari kejadian begini, ya. Banyak yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan, tapi kira-kira polanya seperti ini.

Fakta lain yang ingin saya bagi adalah soal anak jaman sekarang yang suka mengeluh sakit pada kepala atau perut. Tahu nggak, sih, apa sebab utamanya? Anak-anak ini stress, bok! Mereka kurang aktivitas fisik dan terlalu lama dalam posisi duduk karena belajar. Bayangin, kebanyakan anak-anak yang sudah masuk usia sekolah ini belajar dari mulai bangun pagi hingga sebelum tidur. Dari mulai sekolah formal hingga berbagai macam les yang terkait dengan pelajaran di sekolah.

???????????????????????????????

Padahaaallll, di usia The Play Years (0-7 tahun) anak-anak ini justru bisa belajar melalui cara bermain. Dengan bermain, semua aspek tumbuh kembang, mulai dari fisik hingga psiko-sosial, akan berkembang secara maksimal. Ada riset juga yang menunjukkan kalau anak cukup bermain, mereka justru akan lebih konsentrasi ketika belajar. Karena kondisi hati yang riang setelah bermain, maka mereka lebih mudah menyerap pelajaran. Oh ya, ada anjuran juga dari The National Association for Sport & Physical Education soal anak-anak setidaknya mendapatkan kegiatan fisik yang tidak terstruktur selama 60 menit setiap harinya di luar ruangan.

Waduh, jadi PR banget, nih, buat orang tua terutama yang punya anak usia sekolah. Harus pintar atur strategi agar anak tetap punya waktu bermain di sela kegiatan belajar formal dan non-formalnya. Jangan suka merasa kehabisan ide bermain. Membantu ibu bikin kue, dengan cara mempercayai anak memecahkan telur dan mengaduk adonan, atau membantu ayah mencuci mobil, juga merupakan aktivitas bermain dan tentunya mereka bisa sambil belajar banyak hal.

???????????????????????????????

Rinso ternyata tidak bosan untuk ngingetin para ibu soal Berani Kotor Itu Baik sejak tahun 2004. Rinso siap membantu ibu untuk membersihkan noda yang tersisa di pakaian anak sepulang mereka bermain. Kalau kata mbak Vera, baju bernoda dapat dibersihkan, namun kesempatan belajar dan menguasai skill baru yang diperoleh saat mereka bermain, belum tentu dapat terulang kembali.

Saya senang sekali, loh, mendapat kesempatan untuk berkumpul dan sharing di acara Kids Today Project ini. Acara yang digelar di Yeyo, Senopati, Jakarta ini sangat menyenangkan. Selain menambah wawasan, membuka pikiran, tentunya kesempatan bertemu dengan kawan-kawan blogger yang diundang oleh Rinso dan Mommies Daily, dong! Too bad, saya nggak sempat foto di booth berperangkat ayunan yang sudah disediakan. Meniknya sempat tertidur di sofa dan posisinya tidak memungkinkan untuk saya tinggal, hehe. Disana, saya semacam diberi peringatan dini (karena anak masih balita) bahwa bermain adalah belajar untuk anak. Sebagai orang tua, kita perlu untuk memberi kebebasan anak untuk bermain, mengawasi saat mereka bermain, dan memberikan fasilitas untuk bermain.

???????????????????????????????

rinsooo

Anyway, untuk menyebarkan kampanye baik ini, Rinso mengadakan Blog Competition, loh! Ibu-ibu diminta untuk mengungkapkan pendapat mengenai video pendek Kids Today Project di blog masing-masing. Untuk lebih jelasnya, yuk cek di sini. Namapun kompetisi, ya ada hadiahnya, jeung! *ala @missresik* Lima orang pemenang nantinya akan mendapat hadiah masing-masing : uang tunai sejuta, voucher Gramedia senilai sejuta juga, dan bingkisan Rinso. Kompetisi ini berlangsung hingga tanggal 12 Mei 2014, ya!

rinso

pic from 

 Thanks Rinso! Makasih juga buat goodie bag Rinso cair favorit yang wanginya enyak dan juga buku Cerita Di Balik Noda dari mantan Editor in Chief saya, mbak Fira Basuki😀 Mari kita ajak anak-anak untuk bermain, bermain, dan bermain!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s