Rasa Kecewa

20140203-001301.jpg

Wise man said “maintain your expectation!”πŸ™‚

Seberapa sering sih rasa kecewa itu datang? Biasanya karena apa? Karena sudah ada ekspektasi tentang sesuatu tapi ternyata hasilnya tidak sesuai perkiraan, begitu ya kira-kira? Well, beberapa minggu belakangan ini saya sedang dalam kelas ‘KECEWA’ yang harusnya setelah didera rasa kecewa bertubi-tubi harusnya saya naik kelas, ya! Hehehe.

Ada beberapa hal yang bikin saya menelan ludah tanda rasa tidak puas seperti hasil IELTS yg kurang 0.5 dari ekspektasi, batal jadi mc sebuah brand kosmetik di Plaza Senayan Jakarta karena saya sudah berjilbab, batal jadi mc pengajian sahabat dekat karena anak mendadak demam, dan terakhir hari ini, saya menunggu penuh harap bisa bergabung dengan Kelas Inspirasi Bdg, ternyata pun tak lolos seleksi. Sebagai pribadi yang kompetitif, I didn’t expect these much! Gilak, semua berita kurang enak ini datangnya bertubi-tubi. Semacam ditoyor berulang-ulang (*.*)

Nilai IELTS sebetulnya tidak masalah, hanya saja ini jadi pas-pasan. Dan berarti kurang baiklah kalau mau dapat beasiswa. Harus ambil tes lagikah? Duh, mikir harga tes nya udah bikin nelen ludah berulang ulang. Nanti dulu deh, cobain apply aja. Mudah-mudahan bisa dapet tanpa syarat harus ulang IELTS-nya lagi haha.

Gagal jadi MC tentunya berujung pada rasa kecewa tidak jadi dapat uang tambahan. Selain itu juga alasa, salah satu brand tidak jadi pakai saya karena sudah berjilbab, rasanya bikin kesal saja. Bukan kesal karena keputusan mengikuti aturan islam untuk perempuan menutup aurat, melainkan rasa kesal karena berkesan “lo udah pake jilbab, gak cocok shaaayyy buat brand gueee!” Zzz! Gagal jadi MC part dua karena harus memilih prioritas nemenin anak demam tinggi atau tetep ninggalin karena acara cuma 2 jam itu juga nggak gampang. Bikin gelisah sendiri waktu tau anak demam dan akhirnya harus ngebatalin di H-1 acara. *tutup muka*

Terakhir nih, hari ini saya nungguin email dari Kelas Inspirasi Bandung. Maklum keinginan jadi pengajar muda nggak kesampean waktu itu karena keburu hamil. Nah, mumpung ada kesempatan saya daftar. Eh ternyata nggak masuk. Pas tadi liat list nama dan pekerjaan yang diterima menjadi inspirator bikin saya bingung. Ya cukup pede aja sih, dengan pengalaman 5 tahun jadi penyiar (pegang chart show plus selalu jadi reporter yg interview musisi luar negeri secara live kalau mereka lagi konser disini) trus jadi feature writer di salah satu majalah gaya hidup yang penjualannya nomor wahid di Indonesia, dan sekarang jadi kontributor di Mommiesdaily dan Cosmopolitan Pregnancy, masih suka isi VO iklan/jingle/company profile, kok masih dirasa kurang sama panitia? Kemudian rasa kecewanya leads me to bad conclusion: because my daily job is only a mother. “Ah, ibu rumah tanga doang. Coret!” T_____T

Duh, susah ya, mengatur rasa kecewa agar tidak berlarut-larut dan menghasilkan energi negatif untuk diri sendiri. All in all, never set your expectation too much, udah yang paling bener deh buat saat ini. Keep it low for the sake of my soul health. Namaste…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s