Tentang Mimpi

tumblr_lanllwHxTE1qdg8qwo1_400

I have so many dreams since the day I knew that word. Sebutlah impian standar ingin menjadi dokter ketika masih TK. Kemudian bergeser jadi dokter gigi setelah tahu bahwa dokter itu adalah impian sejuta umat, tapi ya masih pengin jadi dokter, jadi biar nggak terlalu umum jadi dokter gigi saja. Impian pupus ketika almarhum Bapak bilang kami tidak ada keturunan dokter. Saya masih balas “ya bagus, dong! I will be the one, the first!” Eh dijawab, “keturunan pengusaha, kajian yang pasti lebih dikuasai adalah IPS, jadi sudah, teruskan perusahaan koran bapak. Jadilah wartawan, penulis..”

Oke, itu adalah cerita tentang mimpi standar di awal hidup. Tentunya seiring dengan waktu ada banyak sekali keinginan-keinginan yang tadinya hanya saya simpan sendiri di dalam sebuah buku saku. Keinginan untuk memiliki rumah dan mobil sendiri, ingin punya tabungan agar hidup terasa aman (yang sekarang sering disebut sebagai dana darurat dan dana pensiun), ingin memiliki gelar PhD, ingin sekolah dan tinggal di luar negeri, ingin bisa belanja tas dan sepatu kapanpun saya mau, ingin menulis buku, ingin bisa menyekolahkan anak di sekolah yang terbaik untuk bekal dunia dan akhirat si anak nantinya, ingin melahirkan di rumah sakit yang nyaman, ingin bisa makan enak kapanpun saya mau, ingin punya perpustakaan pribadi, ingin punya villa pribadi di Bali, ingin punya sawah, ingin bisa berlibur keliling Indonesia dan dunia, ingin membuat sesuatuyang membuat saya diingat oleh banyak orang dan tentunya berguna bagi orang banyak, ingin bisa memasak, ingin menguasai banyak bahasa asing, ingin bisa menjahit, ingin bisa menggambar, dan masih banyak lagi keinginan yang maunya bisa terwujud. Mimpi jadi kenyataan, deh, judulnya.

I read so many house wives blog dan kadang saya merasa “Waaahh, ini kan kayak mimpi gue.. enak banget, yaa.. I wish I were on her shoes..” :’) Tapi jika perasaan seperti itu datang, saya mengingat-ingat berapa banyak keinginan yang sudah jadi kenyataan. Tambahan lain agar bisa kembali menapak tanah dan bersyukur adalah mengingat ada banyak manusia yang kurang beruntung. Jangankan untuk bermimpi, untuk mikirin mesti makan apa besok aja mungkin nggak pernah. Hidup untuk hari ini, besok ya, lihat besok!

Back to the top, tentang mimpi. Saat ini saya sedang dalam usaha mewujudkan mimpi nomor kesekian. Saya ingin sekolah kembali, saya ingin mencari beasiswa, saya ingin sekolah ke luar negeri. Ada banyak hal yang harus disiapkan, ada banyak hal yang harus dikorbankan. Semangat utama tentu dari suami yang ternyata memberi dukungan seratus persen, dukungan (emm, dorongan, sih, tepatnya) datang dari Ibu yang selalu mengingatkan “Bapak maunya kamu itu minimal S2, loh, kak..” Kenapa, sih, mau sekolah lagi? Well, percaya atau tidak, saya suka sekolah. Entahlah, adrenalin yang terpicu karena rasa ingin tahu sekaligus deg-degan saat ujian tiba, itu bisa bikin saya bahagia, huahahhaa.. Selain itu, membawa Menik keluar negeri sepertinya menjadi salah satu opsi yang baik. Keadaan pendidikan di Indonesia sedang aneh, tidak sesuai dengan keinginan dan bayangan. Saya ingin Menik sekolah dengan bahasa Indonesia sebagai pengantar, bukan di sekolah berlabel internasional yang anak kelas satu SD-nya sudah belajar perkalian. Daripada bete sendiri, mending dibawa aja keluar negeri. Jelas gitu bahasa pengantarnya, ya, bahasa lokal negara tersebut, dan pendidikan anak-anak yang diberikan tetap sesuai dengan umurnya.

Ah, ada banyak sekali sebetulnya mimpi yang sepertinya sudah tidak bisa terwujud, tapi kalau mengingat semua kuasa Allah SWT dalam hidup saya selama 28 tahun ini, saya seperti mendustakan nikmat yang sudah diberikan oleh Nya. Seperti kata C.S Lewis, “you are never too old to set another goal or to dream a new dream..”πŸ™‚ Β Jadi boleh, ya, saya terus berusaha untuk mewujudkan mimpi-mipi yang ada, sambil tentunya menyemangati diri yang biasanya kehilangan rasa menggebu-gebu ditengah jalan, sehingga mimpi yang hampir terwujud malah hancur berantakan, tergantung begitu saja, atau hilang.

Mohon doanya, ya!πŸ˜€

 

*Gambar dari sini

2 thoughts on “Tentang Mimpi

  1. Semoga segera terwujud mimpi sekolahnya!πŸ™‚
    Mendapatkan beasiswa sesuai dengan jurusan yang memang disuka. Indeed, we are never too old to set another goal or to dream a new dream. Sukak banget deh.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s