Karena Saya Meregang Nyawa

20130831-075930.jpg

Terus terang, sebuah reaksi yang datang dari orang yang saya kenal untuk tulisan di Mommiesdaily soal kontes yang saya anggap sebagai bentuk eksploitasi, itu tidak saya sangka sama sekali. Tadinya saya pikir (okay, Dad, you won again. Kalau sudah pakai kata pikir itu berarti salah, ya?) ia bisa menerima dengan pikiran jernih tanpa ada kepentingan apapun ketika saya meminta tolong untuk menyampaikan tulisan tersebut ke orang-orang yang bersangkutan. Ketika membaca komentarnya, saya sedih. Bukan drama, tapi sedih karena kalimatnya terbaca begitu defensive dan tidak dewasa.

Anyway, kenapa saya begitu terlihat resah dan resek sama acara Little Miss Indonesia, padahal orang tua para kontestan aja nggak protes? Oh, mudah sekali jawabannya. KARENA SAYA MEREGANG NYAWA KETIKA MENERIMA TITIPAN TUHAN YANG DISEBUT ANAK. Loh memang ibu para kontestan tidak meregang nyawanya? Mungkin iya meregang nyawa, tapi mungkin mereka belum sadar kalau anak itu hanya titipan, bukan hak milik pribadi. Iya, anak hanyalah titipan. Udah cuma dititipin, pake acara berada dipersimpangan antara hidup dan mati lagi pas menerima titipan tersebut. Bayangin dikasih titipan sama yang punya semesta alam, yang sewaktu-waktu bisa diambil tanpa ada 1 month notification, gimana rasanya? Apa jawaban yang akan saya berikan ke Tuhan jika nanti diminta pertanggung jawaban, ketika Tuhan menanyakan kenapa ketika si kecil berlagak seperti orang dewasa malah diberi pujian? Siap nggak untuk tidak marah kalau anak-anak melakukan hal negatif karena mereka hanya menuai apa yang ditanam saat mereka masih kecil? Do you want your child to be the next Miley Cyrus who act that low?

Ah, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis penuh emosi seperti ini. It’s all because I’m too sad, too scared. Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan apa yang saya tulis soal kontes anak-anak yang menurut saya tidak pantas. Tapi saya tidak mencari-cari kesalahan seperti yang Anda asumsikan. Ngapain nyari kesalahan? Itu acara on air di tv nasional, search di youtube dan buktinya ada, apa yang menjadi keresahan saya ada disitu semua. Kalau kata Maliq n The Essential, Buka Mata Hati Telinga, deh, dear! Kalau orang kritis di Amerika (yang mana dianggap sebagai negara adi kuasa, yang keren banget kan orang-orangnya? Yes I’m cynic here) udah bikin fim LITTLE MISS SUNSHINE sebagai bentuk protes mereka untuk kids beauty pageant, kenapa tulisan saya dianggap mencari-cari kesalahan?πŸ™‚ Mungkin saya hanya seorang ibu yang dianggap sebelah mata oleh kalian kaum selebritas, tak apa-apa. Apalah artinya jadi penyiar Top 40 countdown yang tiap minggunya on-air selama 4 jam secara live full dalam bahasa Inggris, jika tidak punya andil yang berguna bagi bangsanya?πŸ™‚ Serius sekali, Ki? Iya, dong, karena saya masih ingat bagaimana para ibu berjuang hidup dan mati ketika sedang menerima TITIPAN dari Tuhan, yang nantinya akan menjadi individu yang harusnya punya guna untuk agama dan bangsanya.

End of discussion!

One thought on “Karena Saya Meregang Nyawa

  1. way to go!! aku setuju sama semua yang ditulis di sini dan di artikel yang dimaksud. Pernah nggak sengaja liat acara ini waktu pulang ke rumah orang tua, dan kaget banget karena pas liat anak kecil dengan gaya dicentil-centilin lagi menggoda penonton. Masya ALLAH, serem banget.😦

    kok jadi presenter dibilang ‘cuma’ sih? presenter itu kan the one who present. Mereka yang ikut menyajikan -_____-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s