Massive Weight Loss

20130829-084123.jpg

Kemarin Ira nulis di twitternya kalau Astrid Tiar yang sempat naik berat badannya sampai 100 kg, berhasil menurunkan 40 kg selama 4 bulan setelah melahirkan. FANTASTIS ya? Beberapa kali saya melihat beritanya di tv, Astrid memang diet ketat dengan menjaga pola makan serrta melakukan olah raga, terutama lari. Lalu, apakah Astrid menyusui? Waahh, ndak tahuuuu.. soalnya pekerja infotainment-nya fokeus di bagaimana cara menurunkan BB tapi nggak tanya-tanya soal menyusui.

Nah, saya jadi kepikiran perihal berat badan ini. Memang sih, tidak naik sampai menginjak angka 100 kg, tapi HAMPIR, maakk! Pas usia kehamilan 39 minggu, BB saya di 91 kg. Cukup banget bikin saya shock dan mikir “gimana cara nuruninnyaaaahhhhh?” T__T Belum lagi mitos-mitos seputar menyusui yang ganggu banget, kayak “nanti jangan diet, makan yang banyak biar ASInya lancar!” aaaahhh, mamaaakkkk!! Sewaktu masih gadis, jaman SMA-kuliah, BB saya itu berkisar di 48-50 kg, dengan tinggi 168 cm, jadi saya terhitung ramping. Pas masuk dunia kerja, saya lalai soal olah raga, basket dan berenang yang tadinya rutin dijalankan, sudah saya tinggalkan. Treadmill di fitness center kalau ingat dan berenang kalau lagi kepengin aja, sukses bikin BB saya naik ke 65 kg. Tapi ya karena merasa masih oke dengan tinggi yang saya miliki, jadi gak pernah lirik-lirik tuh si olah raga secara rutin.

Di 5 bulan pertama kehamilan, BB saya naiknya irit, bikin hidung kembang kempis gitu. Hamil hollywood, lah! hahahahah.. Iya, setiap kontrol paling naik 0,5 kg. Tapi ketika masuk trimester akhir, BB si janin ternyata tidak naik sesuai prediksi. Setelah diperiksa lebih lanjut, ketahuan deh, kalau darah saya mengental, sehingga perjalanan nutrisi via placenta tidak lancar. Selain dikasih obat pengencer darah, DSOG mulai membuatkan list diet program menaikkan BB janin. Alhamdulillah, pas periksa di minggu terakhir kehamilan, BB janin naik signifikan, menuju 3000 gram. Ibunya juga ngikut naik, nggak tanggung-tanggung, jebret langsung masuk ke 90 kiloan. JRENG!!

Eh, siapa yang sangka, seminggu setelah melahirkan Menik yang ternyata BBnya 3310 gram, BB saya susut ke 80 kilo. Iya, turun 11 kg! Sempat dikira kena post partum depressed sama si dokter kandungan, hahaha. But hell no, I know exactly why I lost my weight that much. Saya tidak punya asisten di apartemen cilik kami. Seminggu awal kan jadi zombie, ya, mak! Menyesuaikan diri untuk banyak hal. Cucian popok numpuk, ada bayi yang sejam sekali minta nyusu meanwhile latch on aja nggak bener, tamu yang datang bertubi-tubi tiada henti, dan tentunya kebiasaan ngepel tanpa pel gagang setiap pagi, bikin BB saya sukses turun dengan cepat. Alhamdulillah, saya juga dapat pengetahuan soal mind game berkaitan dengan ASI. Bukan karena makan banyak, tapi perut yang kenyang kan bikin hati tenang sehingga ASI lancar keluar sesuai kebutuhan. Jadi saya nggak kena tuh, mitos sesat yang bikin busui susah ngatur pola makan, makan seporsi lebih banyak, karena yang seporsi untuk saya dan seporsi untuk ASI anak saya. Tiga bulan setelah melahirkan, saya mulai berenang lagi, ini juga karena awalnya menemani si Menik. Selain itu jalan pagi juga mulai rutin saya lakukan. Hingga akhirnya, dalam kurun waktu sekitar 8 bulan, berat badan saya ada di angka 63 kilo. Hamdallah, walau tidak secepat Astrid Tiar (ini kok jadi ngebandingin sama artis, situ saposeekkk?) tapi lumayanlah bisa turun 30 kiloan hahaha. Sekarang sih, BB ada di seputaran 60-63 kg.

Ingin sekali hati ini merajinkan diri untuk melakukan squat, planking, lari, atau sit up lagi untuk mengencangkan beberapa bagian kulit tubuh yang kendur. Jadinya bener-bener fit gitu badannya. Jadi apa kuncinya? Pengaturan pola makan, sih. Bangun pagi minum dua gelas air putih, jam 7 makan roti gandum, selingan pertamanya buah. Makan siang gak usah berlebihan, cemilan sorenya sayur, atau biskuit sayur yang no sugar. Makan malam samain aja kayak makan siang, tapi karbonya lebih sedikit lagi. Kenyangi pake air putih. Asupan yang akan dibakar jadi ebergi tetap ada, karena kan nyusuin dan jagain anak itu butuh tenagaaaa! Nah, Kalau bisa olah raga rutin lebih baik lagi. Ya, ngepel jongkok itu setiap hari lumayanlah dijadiin arena ngeles hahaa.. kan udah tuh olah raga, ngepel. Selain sehat, rumah bersih, kan? x))

Jadi menyusui bisa menurunkan berat badan? Bisa, kalau pola makan diatur dan berolah raga!😉 Sudah siap untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan? Semangaaattt! Kalo Shakira aja bisa, kenapa kita enggak? ;))

20130829-085833.jpg

Gambar dari sini

3 thoughts on “Massive Weight Loss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s