Kenapa Tidak Memakai Nama Belakang Suami?

Ehem, postingan agak serius, hehehe.. Dari kemarin posting resep melulu atau seputar anak. Tadinya mau ngucapin selamat idul fitri dari kami bertiga yang pake foto-foto sekeluarga gitu. Tapi pas cek camera, gak punya foto bertiga dong! HAHAHHAHA.. Ntar aja deh, ya! Well, maaf lahir batin, yes!

Nah, sesuai dengan judul, saya mau cerita sedikit kenapa saya tidak mengganti nama belakang dengan nama suami. Postingan ini untuk semua orang yang penasaran dan hobinya nanya aja “Ki, kok gak pake nama Rino sih belakangnya?” Iya, setelah menikah tanggal 9 Oktober 2010 lalu, saya pernah sekali mengganti display name di BBM menjadi Sazkia Mardani, kemudian ada tante saya yang mengingatkan bahwa itu tidak boleh dalam ajaran Islam. Sehingga mulai saat itu, saya selalu memakai nama asli. Nama saya, ya, Sazkia Rosseina Gaziscania. Atau jika sedang ingin menyingkat, ya jadi, Sazkia Ghazi (nama alm. Bapak saya kan, Ghazi H. Yoesoef).

Jadi kenapa gak ganti nama belakangnya? Simpel sih, karena saya BINTI Bapak saya, bukan binti suami. Eh ternyata ketemu penjelasan soal ini di Al-Quran, “Panggilan mereka dengan menasabkan mereka kepada ayah mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah SWT”, surat Al-Ahzab, ayat 5. Jadi jelas banget ini, perempuan muslim yang sudah menikah tetap dinasabkan nama ayahnya. Walau sudah menikah bukan berarti nama belakangnya jadi diganti. Binti-nya tetap binti Ayah, sampai meninggal nanti pun, nama yang terukir di nisan adalah nama asli, tulisan binti, dan nama Ayah. Betul?😉

Saya kan masih harus belajar banyak soal agama, jadi daripada salah, mending saya tidak coba-coba mengganti nama belakang. Beberapa kali sempat terlintas, mungkin ya, ini tafsir saya sendiri, ya.. Mungkin jika ingin memakai nama suami bisa ‘menghilangkan’ nama sendiri. Jadi kalau suami saya namanya Rino Mardani, ya saya jadi Nyonya Rino Mardani. Bukan Nyonya Sazkia Mardani. Atau mungkin juga bisa jadi Sazkia Ghazi-Mardani. Gitu kali, ya? Loh, jadi balik nanya! Hehehe..

Ya, postingan pendek ini untuk menjawab kekepoan orang-orang yang hobinya ngurusin orang lain x)) Iya, saya masih harus belajar banyak dari Al-Quran, tapiiii suami saya aja nggak pernah nanya-nanya kenapa saya tidak memakai nama Mardani di belakang sebutan Sazkia, kenapa situ dan situ pada pengin tahu, sih? Hihihii..

Good night!

7 thoughts on “Kenapa Tidak Memakai Nama Belakang Suami?

  1. kalo gue sih nggak pake nama suami karena nama suami gue itu aneh, dari awal sampe akhir kok nama depan semua (abis dia anak/cucu pertama, jadi semua tetua keluarga ikut nyumbang masing-masing satu nama, hahaha)

    kalo maksa pake nama suami, pilihan nama gue itu adalah:
    – amelia mulia
    – amelia akhmad
    – amelia darwin
    – amelia rizki

    dih, kagak ada yang kece 😀

  2. Sejuta Mba Saz. Akupun berfikiran sama😀

    Lagipula nih, kalo nanti mau berangkat haji/umroh (yg mewajibkan tiga kata untuk satu nama), untuk nama yang hanya dua kata (kayak namaku nih), nama ketiga diambil dari nama ayah. Karena nasabnya begitu hohoho.. FirstName + LastName + Father’sName.

    Truuuus samaan sama Mba Amel, nama suamiku juga ga kece klo disangkutin ke-nama-ku hihihihihihi

  3. Klo aqu nama di bbm n fb malah pke nama suami. Misal Ny. Shandra (nama suami) n Silvi fallyana (nama belakang suami)
    Meskipun masi blm ngerti ttg hadis Чğ melarang wanita memakai nama suami
    Чğ penting ga pke binti di belakang nama aqu. Apa itu sah” aja.
    Dan tetep Identitas ktp or administrasi lain pke nama asli .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s