A (Late) Love Letter For Bapak

Hi Bapak!

bapak

photo 5

Maaf surat tahun ini, terlambat satu hari. Well, no one tell me about how difficult to find spare time for blogging when you have toddler (without any helper, at all!), right? Even you didn’t tell me about this! :p

Anyway, if you’re still here, you’ll be 58 years old. Mungkin masih terus berbisnis bersama koran ATJEH POST kesayangan, mungkin masih sering sharing soal banyak hal dengan opening “dalam hidup ini…”, dan mungkin akan melakukan banyak hal bersama cucu yang bernama Menik.Β Happy Birthday, mijn Bapak! You know, 2012 to 2013 is pretty hard for me, Pak. I do know about life cycle, tapi namanya juga manusia biasa, bete, sedih, kesal, dan lain-lain rasanya jika siklus sedang berada dibawah, boleh dong, ya? Oh, I should tell you about me and my hijab. Yes, from October 2012, I wear hijab. Awalnya (hanya) karena bernazar, namun kemudian ketika sudah tahu azab apa yang akan didapat oleh Bapak dan juga suami jika Kiki tidak berjilbab, membuat Kiki bersyukur soal nazar tersebut. Sekarang tinggal menguatkan hati agar bisa terus istiqamah.

Beberapa minggu belakangan, karena sedang marak soal tahun ajaran baru, Kiki ingat betul bagaimana Bapak tidak setuju saat Kiki mau daftar ujian masuk STAN, dan bagaimana Bapak mengernyitkan dahi ketika Kiki bilang banyak teman kiki yang cita-citanya adalah jadi PNS. Dari kernyitan dahi, kemudian melarang Kakak untuk mengambil pekerjaan yang bertitel PNS, alasannya cuma “nanti gajinya gak cukup buat beli tas sama sepatu kamu!” but hey, it did make me curios! Because from where I stand now, people who work for government now actually wearing my kind of bag and shoes! x)) Kenapa ya, Bapak bilang begitu? Too bad you’re not here, kalau masih disini, pasti akan Kakak tanyaaaaa hahahaha. Analisan butut adalah karena Kiki anak Bapak, maka tidak akan terpikirkan soal korup (jadi harus nabung yang bener untuk bisa beli Kate Spade dan MBMJ), kemudian akan habis waktu bekerja karena terlalu idealis soal pekerjaan, dan akan merasa susah melepaskan ikatan dinas dan akhirnya tidak bisa ‘seenaknya’ memutuskan untuk berhenti bekerja untuk mengurus anak seperti sekarang. Semoga tidak salah, ya? :)) Karena sesungguhnya, Kiki sangat penasaran! Serius!!

Okay, cukup curhatnya di dunia persilatan, karena sekarang Kiki sedang menikmati power nap dari dunia perkantoran. Tinggal dirumah bersama Menik, sambil menulis untuk Mommiesdaily dan Cosmopolitan Pregnancy adalah hal yang sangat Kiki nikmati saat ini. Mungkin nanti akan tiba saatnya Kiki kembali siaran, atau bahkan meneruskan koran ATJEH POST seperti yang Bapak inginkan :’) We’ll see!

Tentang cucu Bapak… errr, usianya baruΒ  20 bulan, tapi akalnya sudah cukup bikin Kiki pusing setiap hari x)) Coba ihat senyumnya yang ini :

photo 1

Atau gimana akrabnya Menik sama Abugon :p

photo 22

Hahahahaa.. Oh yesssss, she’s adorable!! Dan karena Menik, berat badan Kiki sudah mulai mendekati saat perawan :)) You have to worry no more about my weight :p

photo 4

And Just like my other love letterΒ  to you, Kiki selalu bilang, kalau Kiki rindu sekali sama Bapak. Terimakasih ya, Pak, untuk ajaran memulai segala sesuatu dari nol itu lebih indah ketimbang yang udah diisiin bensin setengah atau bahkan full tank dari sananya :)). Terimakasih untuk petuah-petuah yang selalu diberikan di setiap kesempatan. Kiki mulai mengerti, bahwa menjadi orang tua itu tidaklah mudah, Bapak mungkin bukan seorang Bapak yang sempurna, tapi untuk semua usaha yang Bapak lakukan saat menjadi orang tua, sungguh tidak akan pernah bisa Kiki balas rasanya.. Semoga setiap doa yang Kiki kirim bisa sampai dan diterima Allah SWT. Aamiin! I love you, Pak!!

2 thoughts on “A (Late) Love Letter For Bapak

  1. Hai mb sazqueen.. Selama ini aku cuman silent reader doank.. Hihi

    Aku setujuuu bgt sm apa yg dikatakan alm bapaknya mb saz itu loh ttg pns.. Aku skrg pns dan rasanya galauuu bgtt pengen resign total jd pns utk jd sahm dan ngurus anakku (17mos) tapii apa daya keinginanku ditolak mentah2 sama ortu.. Dgn sejuta alesannya.. ya, krn sayang jd pns cuman bs sekali seumur hidup, dll..

    Ya jdnya ga fleksibel sih mb klo kita mw mutusin utk resign..
    Or maybe i should say, i’m regret being a civil servant.. Hehehe..

    Just for sharingπŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s