Menik, nangis dong!!

320842_10151483990104145_792440045_n

Punya anak yang tidak rewel mungkin ada keinginan semua ibu di muka bumi ini. Tapi percayalah, terkadang tangisan anak sebagai kode ada sesuatu yang tidak beres itu sungguh membantu orang yang kurang peka seperti saya ini. Terkadang saya suka memeluk Menik sambil bilang “Menik, nangis dong.. Nangis aja, Nak, biar lega!” setiap melihat Menik dengan berbagai kejadian yang menurut saya harusnya si Menik udah nangis.

Sejak statusnya bukan new born, Menik itu jaraaaaaaaaang sekali menangis. Tangisannya keluar hanya kalau ‘kehilangan’ wujud saya di rumah, biasanya karena ingin menyusu atau jika jatuh nggeblak karena kepleset dan kepala bagian belakangnya terantuk kencang. Sisa insiden lain yang harusnya bikin ia menangis, jarang saya temukan. Jatuh di atas aspal, hanya meringis. Makan cabe rawit, hanya minta minum dengan mimik kesal dan bingung. Jatuh tersandung atau keserimpet kaki sendiri, hanya terdiam, kemudian berdiri dan lanjut melakukan aktivitas seperti tidak terjadi apapun. Kepala kejeduk meja, cuma meringis sambil mengusap-usap bagian yang kejeduk. Ngantuk atau bosan ketika jalan-jalan di mall? No problemo, kode tepuk dada minta susu bisa menyelesaikan masalah, tidak perlu meraung minta susu sampai tantrum.

Harusnya saya bersyukur, dong, ya? Iya, saya bersyukur banget, punya anak jarang nangis. Tapi (ternyata) saya butuh tangisan Menik, supaya tidak telat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kejadian minggu lalu. Jadi, sekitar pukul 01.00 dini hari, Menik terbangun. Saya otomatis langsung memberikan payudara karena saya pikir menik mau menyusu. Nyatanya, 3 menit menyusu kemudian dilepas, dan Menik sibuk membangunkan saya. Jam 1 pagi itu kan ngantuk banget, ya, saya bilang “Nik, bobok, kaliii.. besok mainnya, sekarang waktunya tidur” Menik malah duduk dan makin kenceng manggil saya. Memang agak sedikit merengek, yang saya pikir hanya manja saja. Lima menit nggak berhasil menidurkannya kembali, kantuk saya sudah hilang. Saya bawa keluar kamar, dan Rino yang kebetulan belum tidur, malah kaget. Rino menggendong Menik dan  bilang “kok nggak tidur? tidur, ya. Yuk ditemenin ayah, yuk!” Menik menggeleng, dan menaruh tubuhnya diatas bean bag, sambil sesekali tersenyum mesra ke arah kami berdua. Saya akhirnya bilang “biarin aja, deh, nanti juga tidur kalau capek”. Pukul 1.30, Menik tiba-tiba minta digendong, ketika saya berdiri, tiba-tiba ‘hoeeekkk’ muntah dong, anaknya. Tapi lagi-lagi tanpa tangisan, atau rintihan. Hanya diam, bingung, sambil melihat carian yang keluar dari mulutnya. Nah, ulangi kejadian ini 5x berturut-turut, sampai muntah terakhir sudah berwarna kuning, karena Menik tidak mau minum air putih dan lainnya setelah muntah. Khawatir terjadi dehidrasi, saya meminta Rino membawa kami ke UGD. Sepanjang perjalanan menuju RS, saya bilang “Sayang, kenapa Menik nggak rewel sama sekali? Aku gak tau dia mual dan mau muntah. Tadi aku kesel lagi dia bangun, dan gak mau tidur lagi…” dan sejuta kalimat sesal lainnya. Rino menenangkan dan bilang “Tadi aku curiga pas dia tiduran di bean bag sih, tapi, ya sama… kirain emang mau main aja.”

Ngeri, kan? Iya, anaknya bener-bener nggak rewel, loh! Saya bingung bener liatnya, anak usia 18 bulan bisa gak nangis padahal kan mual dan muntah itu nggak enak banget. Oh, jangan lupa, waktu sebulan lalu demam tinggi dan harus ambil darah di laboratorium pun, tidak pakai tangisan. Dokter anak-nya Menik sampai bilang “Ibu, saya baru sekali, loh, ketemu anak 18 bulan yang diimunisasi dan melihat proses suntik ini nggak pake nangis. Biasanya yang begini nih anak usia 5 tahun, lah!” *Hadeeuuh*

Anyway, lesson learned. No more “KIRAIN” soal anak. Terus sayanya juga harus mengasah kepekaan, supaya bisa bedain mana diam yang baik-baik saja, dan mana diam yang menyembunyikan rasa sakit. Menik, sayaanngg.. Ibu bersyukur banget punya bayi yang nggak rewel kayal kamu, tapi pleaseeee kasih tanda yang lebih jelas kalau kamu tidak enak badan ya, nak!😦 Ibu love you so much!

2 thoughts on “Menik, nangis dong!!

  1. wah kebalik-balik….anakku reweeeellllll banget, apa2 maunya ditemenin. aku berharap kadang anak sedikittt aja deh gak rewel, ternyata kalo gak pernah nangis bisa bikin bingung juga ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s