BANK PANIN And Their Ridiculous Verification

Sejak tahun 2007, suami saya tercatat menjadi nasabah Bank Panin cabang Grand Wijaya Jakarta Selatan karena pay roll kantornya via bank tersebut. Beberapa kali masalah timbul, namun tidak diperkarakan panjang, seperti saldo berkurang tiba-tiba tanpa sebab, atau uang transferan tidak sampai. Masalahnya diselesaikan customer service dengan kalimat “mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda, akan kami coba selesaikan secepatnya” which is nggak tau kapan selesainya, karena sampai sekarang itu uang hilang nggak pernah balik.

Everything went like usual sampai kemarin, 30 April 2013, ketika suami mau tarik tunai via teller bank. Bukan apa-apa, kartu atm nya baru saja hilang, jadi tidak bisa tarik tunai seperti biasa. Ketika sampai di Bank Panin cabang Dago, Bandung (kami sekarang berdomisili di Bandung, kantor suami buka cabang di Bandung, jadi pay roll tetap via Panin) suami mengisi form tarik tunai dengan jumlah Rp.1.000.000,-. Sampai di depan teller, suami diminta untuk memperlihatkan KTP, kondisinya KTP habis tgl 31 Maret 2013, dan E-KTPnya belum jadi. Teller bilang “KTPnya habis, pak, ada identitas lain?” SIM hilang bersama kartu ATM nya, Paspor ada di rumah, jadi piye? “Maaf untuk tarik tunai menggunakan buku tabungan tanpa ada kartu identitas yang bisa di verifikasi, harus di cabang pembukaan, tidak bisa di cabang lain” Akhirnya suami menelpon saya untuk mengantarkan paspor, agar bisa melakukan tarik tunai.

Menurut saya, ini konyol sekali.
1. Suami adalah nasabah yang mau mengambil uangnya sendiri buku tabungannya jelas atas nama dia, KTP yg habis itu muka, nama, alamat, tgl lahir semuanya kan sama. Why they can’t identified him?
2. Untuk apa tanda tangan di buku tabungan yg harus disinar infra merah untuk melihatnya? Suruh aja suami tanda tangan di depan teller. Beres kan?
3. Tahun 2000-an, Almarhum Bapak saya, yang seorang pengusaha, sering melakukan tarik tunai diatas100 juta. Beliau hanya tinggal telpon ke bank BRI, dan ketika sampai, tanda tangan di depan teller, kemudian ambil uangnya. BERES!
4. Suami cuma mau ambil duit sejuta, kayak mau ambil diatas 50juta ajeeeee.. c’mon!

Konyol kan???

Akhirnya setelah saya antar paspor, suami bisa mengambil uangnya. Habis waktu untuk menunggu, habis tenaga untuk menanan emosi, pokoknya verifikasi tersebut saya anggap tidak penting, sok banget verfikasi, uang aja sering menghilang dari saldo tabungan. PFFFTTT!!

Semoga Panin memperbaiki kinerjanya. Udah tahun 2013 nih, masih aja verifikasi kayak jaman kuda gigit besi. Semoga Panin bisa memaksimalkan teknologi yang ada agar nasabah tidak dipersulit ketika mau mengambil uang di tabungannya sendiri.

πŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘Š

3 thoughts on “BANK PANIN And Their Ridiculous Verification

  1. Jangankan 1 juta, 500 ribu pun juga sering diminta KTP dan bank saya BNI. Mungkin sudah jadi prosedur baru mereka setiap nasabah yang tarik tunai lewat teller harus pakai KTP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s