Membuat Paspor Anak

Suatu pagi, ibu melontarkan keinginan untuk jalan-jalan ke Singapore. Tentunya, jika saya diajak, maka si Menik harus ikut, dong! Nah, karena tiba-tiba Ibu sudah memesan tiket, maka saya bergegas mengurus paspor Menik. Tadinya saya pikir, pasti ribet dan mahal, karena harus berurusan sama calo. Tapi ternyata, Kantor Imigrasi Kelas I Bandung yang terletak di Jl. Suci ini sudah menyapu bersih semua calo. Jadi semua orang yang mau bikin paspor harus mengurusnya sendiri dengan biaya sesuai ketentuan yaitu Rp.255.000,-

Satu kuncinya, jika mengurus paspor adalah datang sepagi mungkin. Di Bandung ini, saya selalu stand by di depan pintu pukul 06.00 pagi. Kenapa? Agar mendapatkan nomor antrian awal, jadi tidak terlalu lama menunggu, dan petugas pun masih dalam keadaan freshπŸ˜‰

photo

Oh ya, jika ingin mengurus online juga bisa, cek http://www.imigrasi.go.id untuk langkah-langkahnya, ya. Saya soalnya urus secara konvensional alias datang langsung. Konon kabarnya, jika apply online, maka antriannya akan beda dengan yang datang langsung, sehingga menghemat waktu.

Hari pertama, sih, saya tidak datang terlalu pagi, karena hanya mengambil formulir dan menanyakan syarat untuk mengajukan permohonan pembuatan paspor anak. Berikut dokumen yang dibutuhkan:

  1. Fotokopi akta kelahiran Anak, 1 lembar
  2. Fotokopi kartu keluarga, 1 lembar
  3. Fotokopi akta kelahiran orangtua (ayah dan ibu), masing-masing 1 lembar
  4. Fotokopi KTP orangtua (ayah dan ibu), masing-masing 1 lembar
  5. Fotokopi paspor orangtua (ayah dan ibu), masing-masing 1 lembar
  6. Fotokopi surat nikah, 1 lembar
  7. Surat pernyataan dari orangtua yang sudah ditanda tangani oleh kedua orangtua (ayah dan ibu) di atas materai Rp. 6000,- (Surat sudah tersedia di kantor imigrasi, biasanya diberikan bersama formulir jika kita bilang mau buat paspor anak)

Jangan lupa, ya, semua dokumen di fotokopi di kertas A4, satu dokumen satu kertas (jadi jangan ada yang digabung) Oh iya, pungli formulir dan map juga sudah tidak ada. Jadi saat mengambil formulir itu bebas biaya!

Hari Senin, saya yang sudah antri dari pukul 06.00, mendapat nomor antrian 3. Pukul 07.30 (Setelah apel, karena hari Senin) loket sudah dibuka, dan tanpa menunggu lama, semua dokumen (jangan lupa bawa dokumen asli untuk diperlihatkan) sudah diterima dengan baik. Saya mendapat tanda terima yang ada keterangan untuk datang kembali pada hari Rabu, untuk foto dan wawancara. Di kertas tersebut juga tertulis, bahwa Ayah dan Ibu si calon pemilik paspor harus datang. Jadi, pastikan pasangan Anda bisa datang, ya!

Hari Rabu, saya kembali antri dari pukul 06.00, dapat nomor antrian 7 untuk foto dan wawancara. Saya memastikan Menik dalam mood yang baik untuk kepentingan foto, bawa camilan favoritnya. Jika anak mulai bosan, ajak untuk berkeliling sambil menunggu waktu berfoto. Pukul 8.15, setelah membayar, kami kembali antri untuk foto, dan 15 menit kemudian, Menik difoto, kemudian lanjut diwawancara sebentar hehe. Nah, saat wawancara, biasanya semua dokumen asli diminta untuk diperlihatkan ke petugas, jadi jangan lupa dibawa ya!

Setelah itu kami diberikan tanda terima untuk mengambil Paspor pada Senin (prosesnya 4 hari kerja).

Hari Senin, lagi-lagi saya antri dari pukul 06.00, dan mendapat nomor 6 untuk mengambil paspor. Nah, di loket pengambilan ini, petugas akan meminta nomor antrian serta tanda terima. Kemudian kami duduk manis menunggu dipanggil sesuai nama pemohon paspor. Dan akhirnya, sekitar pukul 09.00, Paspor nona Menik sudah ditangan!

SELESAI!

***

Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan! Jadi mulai sekarang, urus sendiri paspor Anda dan abaikan si calo hehehe. Biar mereka cari uang di tempat lain yang halal :p Jangan lupa, pastikan semua dokumen lengkap agar proses permohonan paspor berjalan lancar. Ingat, ya, bikin paspor itu hanya Rp.255.000,-!! Tidak kurang atau lebih!

Selamat membuat paspor anakπŸ˜€

8 thoughts on “Membuat Paspor Anak

  1. salam kenal. trims atas infonya.

    saya boleh nanya dikit?…
    di tanda terima dokumen tertulis, “Ayah dan Ibu calon pemilik paspor harus datang” (saat foto dan wawancara)

    Kalo salah satu berhalangan hadir bagaimana ya?

    • halo, boleh coba bilang aja ke petugasnya pas masukin dokumen sebelum dapat jadwal wawancara, jadi jelas apakah harus pakai surat keterangan atau bagaimanaπŸ˜‰

      semoga membantuπŸ™‚

  2. Halo mbak, di mana caranya kalau ayah nya orang asing? Orang asing kan gak ada KTP? Akte lahir ayah nya kan berlainan? Paspor ayah nya kan paspor asing?

    • Halo, karena saya bukan orang imigrasi, bear my answer here. Tapi klo pake logika, orang asing juga punya kartu identitas, KITAS atau Paspor kan ya? Bawa aja dan tanya di loket ketika penyerahan dokumen agar jelasπŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s