My Relationship With Real Fresh Milk

GF3

Sebelum jadi ibu, saya tidak pernah pusing dengan apa yang saya makan atau minum. Tinggal liat aja, di atas meja makan ada apa, itu yang dimakan. Buka kulkas, lihat susu apa yang ada, itu yang diminum. Tapi memang, ada satu kebiasaan ibu menyimpan setidaknya dua kotak susu UHT untuk diminum oleh saya dan adik sesuka hati kami. Setelah tinggal sendiri, saya memilih susu UHT ini dengan alasan kepraktisan, tidak perlu menyediakan waktu ekstra untuk menyeduh. Gitu aja sih! Lucunya, pas hamil, dokter kandungan saya pun menyarankan untuk minum real fresh milk saja, yang plain. Tidak perlu susu khusus ibu hamil, asupan gizi dari susu cair ini sudah cukup.

Tapi setelah melahirkan seorang anak, perkara susu ini rupanya cukup pelik dan heboh. Bahkan kalau tidak kuat hati, bisa mangkel sendiri, haha! Ada pendapat yang bilang susu tidak ada gunanya, ada juga yang bilang susu adalah pengganti makanan. Well, I stand between those two. Susu sapi alami mengandung kalsium, potasium, dan vitamin D, artinya susu ini ada gunanya, kan? Nah, tapi saya juga tidak setuju jika ada yang bilang kalau susu adalah pengganti makanan. Susu bukan makanan super, ya, dan untuk mencapai gizi seimbang, tidak mungkin hanya digantikan oleh susu saja. Ingat loh, 4 sehat 5 sempurna itu sudah disempurnakan menjadi Makanan Gizi Seimbang, so milk is not super food!

Anyhow, saya jadi tidak terlalu ambil pusing soal susu. Pastinya manfaat susu yang sering saya minum karena Ibu rajin menyediakan di rumah adalah tulang dan kuku yang kuat. Iya, kuku saya nggak pernah french manicure tapi ujungnya selalu putih, ajaib kan? Kata dokter dulu karena asupan kalsium yang tercukupi, jadi kuku saya begitu!😀 Nah, saya ingin menularkan kebiasaan baik ini ke anak saya, jadi sejak umur 1 tahun, selain ASI pastinya, saya mulai mengenalkan susu UHT ke Menik. Sesuai rekomendasi DSA-nya, jika ingin mulai mengenalkan susu, perkenalkan susu alami, the real milk, a.k.a susu cair saja. Kenapa? Karena susu cair ini benar-benar diperah dari susu sapi kemudian dipasteurisasi dan masuk kemasan. Selesai. Susu cair ini juga hanya bertahan selama 3 hari setelah kemasan di buka, sama aja kayak makanan yang kita buat. Tidak bisa terlalu lama disimpan. Bisa basi😉

GF2

Maka dimulailah perjalanan mencari susu untuk Menik. Setelah coba-coba, Menik terlihat enjoy saat minum susu Greenfields. 4 Days Rule untuk Susu Greenfields seperti guidance dari WHO untuk cek ricek apakah bayi alergi atau tidak terhadap satu jenis makanan atau minuman -pun lolos, karena memang sesuai yang tertera di ingredients bar, isi Greenfields Real Milk ini adalah SUSU SAPI SEGAR. Udah aja. Titik. Tidak ada isi lainnya. Jadi akhirnya, susu Greenfields ini selalu nongkrong di dalam kulkas kami. Biasanya Menik sarapan sereal dan Greenfields Real Milk. Jika sedang jalan-jalan, Greenfields Real Milk kemasan 200ml yang jadi pilihan jika Menik minta minuman lain selain air putih.

GF1

Kalau Menik suka yang plain, saya  ngefans banget sama si Choco Malt. Gurih dan tidak terlalu manis. Biasanya juga kalau saya mau buat puding susu coklat, Greenfields Choco Malt Milk ini jadi andalan. Satu lagi yang saya suka dari Susu Greenfields ini adalah varian Hi-Calcium Skimmed Milk, yang cocok untuk suami saya! Rino tidak suka minum susu dengan alasan suka sakit perut. Setelah saya kenalkan dengan susu Greenfields yang skim ini, tidak ada lagi protes darinya. Alhamdulillah, bisa nambah asupan kalsium, kan!

Tapi yang namanya manusia, ada aja yang aneh-aneh! Walaupun Greenfields Milk punya pabrik sendiri di Indonesia, tapi berita soal ditemukan DCD atau dicyandiamide dalam susu murni produksi New Zealand bikin deg-degan. DCD ini adalah senyawa kimia yang terdapat dalam fertilizer untuk rumput yang dikonsumsi oleh sapi perah. Ini yang bikin saya sempat ragu untuk meneruskan minum susu UHT. Ngeri kan ya, kalau niatnya mau minum yang alami tapi malah dapet ‘racun’ ? Tapi ternyata pihak Greenfields Real Milk mengeluarkan statement bahwa Susu Greenfields aman dari DCD setelah melakukan tes di laboratorium di Singapore. Jadi sapi-sapi perah mereka, tetep makan rumput yang sehat dan alami! Yayness, worry no more, deh😀

photo

Jalan-jalan deh ke www.greenfieldsmilk.com untuk melihat berbagai varian Susu Greenfields, jangan lupa klik link ‘Faster & Fresher’ untuk lihat segimana cepet itu susu Greenfields bisa sampe di tangan kita. Anyway, mampir juga ke Page Greenfileds di FB, disini nih http://bit.ly/YyzGwS ! Klik app What Real Milk Can Do and give your vote for my blog at Greenfields gallery, thank you! Siapa tau, akik menang lomba blog ini dan bisa ke Lego Land sama Rino dan Menik. BIG AMEN! Now, Let’s enjoy Greenfields Real Milk, people!

One thought on “My Relationship With Real Fresh Milk

  1. Pingback: [Resep] Milky Sultana Rice Pudding | SAZQUEEN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s