Satu Strip, Kok!

Urusan jumlah anak itu sebetulnya tidak pernah menjadi satu isu yang krusial dalam keluarga kecil kami. Ketika dulu setelah menikah pun, saya dan Rino tidak mengatur dengan sistem apapun. Semuanya mengalir begitu saja. Hingga akhirnya saya mengetahui kalau saya hamil di bulan Februari, empat bulan setelah kami menikah. Long story short, setelah melahirkan, kami sepakat untuk menggunakan IUD sebagai alat kontrasepsi. Kenapa KB? Banyak pertimbangannya, deh!

20130107-211823.jpg

Semua baik-baik saja, hingga di akhir bulan Desember 2012, ketika Menik masuk usia 14 bulan, saya gelisah karena saya telat haid sekitar seminggu. Alih-alih menenangkan pikiran, saya berpikir ini hanya imbas dari rasa lelah dan juga hormon. Tapi rasa was-was ini terus ada, karena banyak cerita soal kebobolan hamil walau sudah menggunakan alat KB yang katanya 98% ampuh. Ya tapi kan ada yang namanya Allah SWT, yang kuasanya tidak ada tandingan, even the latest technology on earth! Jadi kemudian, saya mengirimkan BBM ke dokter kandungan saya, isinya “dok, kok saya telat haid ya? mungkinkah saya hamil? kan sudah pakai IUD.. :|” Tidak perlu menunggu lama, dokter Ridwan membalas “ya nggak apa-apa, Saz. Kan ada Rino :)” EBUSET, DOK! lanjutan dari si dokter adalah “test pack aja dulu, kalau negatif, ya udah.. tunggu seminggu. Kalau belum mens juga, test lagi. Kalau negatif, sabar aja tunggu mens-nya. Kalau positif, ya kontrol lah” *garuk tembok*

Dengan lunglai, saya bilang ke Rino kalau saya telat haid, dan reaksinya adalah “HAH? sana beli testpack!” hahahaa. Well, actually, kalaupun saya hamil, ya tidak apa-apa. Tapi kami baru saja pindah ke Bandung, dan saya belum (mau) menemukan ob/gyn disini x)) Terus, kami juga baru saja membeli rumah, cicilan masih 14 tahun lagi. Subhanallah kalau memang diberi rezeki anak lagi, ya tinggal berusaha dan berdoa semoga rejeki dan kemudahan selalu ada, ya, kan?😉

sambil deg-deg an, saya mencoba test pack pertama: NEGATIF sodara-sodara! Mulai bisa nyengir lagi. Tapi seminggu kemudian, saya sadar kalau saya belum mens juga, jadi another test with the pack, and another NEGATIVE sign. Dua hari kemudian, saya pun akhirnya didatangi si bulan. Ahamdulillah!

20130107-211916.jpg

Rupanya, dokter kandungan saya ingat soal konsul via bbm kenapa saya telat haid, jadi tepat di hari saya berulang tahun, pagi-pagi beliau menanyakan hasil dari si test pack. Setelah saya jawab kalau saya tidak hamil, beliau tersenyum *pake smiley icon ya, bok!” dan tiba-tiba beliau mengirimkan ucapan selamat ulang tahun! Hahahaa, sungguh awal tahun penuh kejutan! I mean like, how does he know? Well, thank you, doc!

Moral of the story: walau sudah memakai IUD sekalipun, tidak ada salahnya mengecek masa ovulasi via kalender atau test kesuburan sekalian, biar gak deg deg an! hahahaa..😉

3 thoughts on “Satu Strip, Kok!

  1. Lg browsing2 ttg hal diatas.. Aku telat dua hari langsung ke dokter di usg, katanya sii aman gak ada kantung janin. Dan udah 4 hari berlalu masih belum haid jg, jadi masih deg2an… 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s