17 Oktober 2012

Setahun yang lalu, Ruang Observasi Kemang Medical Care, Lantai 2.

03.00

“Tiduran hadap kiri ya, Bu.. Tarik nafas, buang nafasnya.. sabar ya..” Bidan Anna kemudian melakukan periksa dalam dan menyatakan kalau saya sudah pembukaan 5. Ini sakitnya sudah mulai luar biasa. Tadinya masih jalan-jalan, masih twitteran, bahkan mas @andreynoorman masih sempet nanya “Kamu mau melahirkan, Ki? Hebat masih twitteran!!” Nah, sekarang beneran gak bisa nyentuh HP deh. Rino yang sempet mau keluar sebentar aja saya marahin hahaa.. “Heeehh! jangan pergiiiii, temenin aku disiniii..” Manja, sakit, bingung, lemes, ngantuk, itusemua rasa ada. Akhirnya karena udah gak kuat jalan-jalan, saya memutuskan untuk tiduran, dan mengikuti saran bidan, agar makin nambah bukaan, saya tidur hadap kiri. Bisa tidur? My wish! Merem sebentar, tiba-tiba saki (ulangi ratusan kali) jadi ya yang ada istighfar, tarik nafas, dan elus-elus perut

05.00

Tiba-tiba ingin mengejan. Rino sibuk menenangkan sambil bilang “Sabar yaa..” dan akhirnya saya bilang “Gak bisa tahan lagi ini, aku ngejan sendiri. Beneraann!” Ini nadanya udah putus asa, karena Rino berulang kali mengingatkan untuk jangan mengejan, sedangkan menurut saya rasa ingin mengejan sudah tidak bisa ditahan! Bidan Flora datang, melakukan cek dalam dan.. sudah bukaan 8! YAY! Digiring pindah ke Ruang Bersalin. Tidak boleh jalan, karena pembukaan saya bertambah dengan sangat cepat. Efek tidur hadap kiri kali yaπŸ˜€

Setahun yang lalu, Ruang Bersalin Kemang Medical Care, Lantai 2.

05.30

“Dokternya manaaaa?” Mulai kearah frustasi karena dokternya gak keliatan. Bidan sibuk menyiapkan entah apa. Dan tiba-tiba terdengar sapaan bidan yang diluar “Pagi dok, bu Sazki sudah bukaan 9 sebentar lagi lengkap” Ada rasa lega mendengar suara tersebut, karena saya tahu, dokter Ridwan akhirnya datang. Menyapa dengan ramah, kemudian bersiap-siap, dan melakukan aba-aba kapan saya boleh mengejan. Perlu 3 kali mencoba dan memakan waktu sekitar 5 menit, untuk bisa mengejan dengan benar dan melahirkan.

05.45

Setahun yang lalu, ada bayi kecil berjenis kelamin perempuan, dengan berat 3310 gram dan panjang 46cm yang diletakkan diatas dada saya. Ia Mendapat score Apgar 9, dan saya mendapat pujian dari dokter kandungan karena berhasil melahirkan dengan riwayat arithmia cordis. Bayi kecil itu sedang berusaha untuk survive, merambat sedikit demi sedikit ke arah payudara untuk menyusu. Pagi itu bukan saya yang bersuara. Suami saya mengumandangkan iqamah dan adzan, kemudian bilang..

“Sayang, si naak udah lahir. Aku sayang banget sama kamu..”

17 Oktober 2011. Setahun yang lalu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s