Tapak Tanah

Bukan, ini bukan upacara adat yang biasa dilakukan untuk ‘merayakan’ si anak masuk usia belajar berjalan. Ini hanya tapak tanah yang sesungguhnya dilakukan agar telapak kaki Menik yang memang sudah belajar berjalan bertemu dengan bumi tempatnya berpijak nantiπŸ™‚

Cerita soal menapak tanah ini sudah lama sekali saya dengar, konon jika telapak kaki bertemu dengan embun, elemen tubuh akan ‘nyambung’ dengan senyawa yang ada di bumi, tanah, yang menjadi asal usul tubuh manusia. Dulu waktu saya hamil juga sering mendapat nasihat soal banyak berjalan tanpa alas kaki, sering-sering mempertemukan telapak kaki dengan tanah dan biarkan menyentuh embun pagi, agar janin masuk ke jalan lahi dengan benar. Sekarang, ketika Menik mulai belajar jalan, saya pun menjalankan nasihat soal earth-ing ini.

Benar atau tidak, saya belum mendapatkan penjelasan ilmiah. Namun, anggap saja ini sebagai ajang kenalan si Menik dengan alam. Melihat reaksinya yang begitu bahagia ketika saya perbolehkan untuk menyentuh tanah, mencabut rumput, bahkan merangkak berkeliling halaman, ya saya senang saja. Jika nanti Menik jadi cepat lancar jalan, akan saya anggap sebagai bonus.

Happy earth-ing, my dear!

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s