Perkenalan Menik Dengan Makanan Padat

Akhirnya, salah satu fase yang saya tunggu-tunggu datang juga: NGASIH MAKAN MENIK! hehehee..

Setelah enam bulan hanya mengkonsumsi ASI, tiba saatnya Menik mendapatkan asupan tambahan lewat makanan padat, atau biasa disebut MPASI (Makanan Pendamping ASI). Dibanding menyiapkan alat-alatnya (ini heboh juga sih, liat aja postingan saya yang ini), saya juga jungkir balik membaca kanan kiri, konsul dengan DSA soal pemberian MPASI. Beberapa hal yang saya terapkan adalah:

  1. Four Days Rule: Aturan memberikan makanan yang sama selama empat hari berturut-turut untuk mengenalkan jenis makanan dan melihat reaksi tubuh si anak, apakah ada alergi atau intoleran terhadap makanan tersebut. Tidak perlu takut “aduuh ntar anak saya bosen gak nih dikasih makanan yang sama aja selama 4 hari berturut-turut” karena bayi belum mengenal rasa apapun.
  2. Β Cerealia diawal MPASI. Sebetulan ‘aliran’ MPASI ini buanyaaaaaaaaaaak banget, tapi karena keluarga saya ternyata adalah penganut ‘aliran’ cerealia, maka ketika dokter Wati bilang “kenalkan dengan bubur susu terlebih dahulu”, saya langsung ‘klik’. Golongan beras-berasan ini dipercaya paling rendah resiko menimbulkan alergi.
  3. Β Homemade food is good. Saya ini anaknya seneng jajan, tapi buat saya masakan ibu (yang jarang-jarang ada) itu tetap yang paling enak. Mengikuti apa yang ibu saya lakukan buat saya ketika saya masih bayi, maka saya memutuskan untuk memasak sendiri makanan untuk Menik. Bahkan tepung beras yang saya sajikan untuk Menik-pun saya buat sendiri: bawa beras ke tukang giling, dijemur, disangrai, kemudian dimasukkan ke tempat yang kedap supaya lebih tahan lama. Untuk mendukung ini, saya gabung di milis mpasirumahan.
  4. Eating is fun. Ya, saya mau membuat sesi makan ini adalah sesi yang menyenangkan. Dengan begitu, mudah-mudahan Menik tidak perlu didistraksi dengan mainan, televisi, dan jalan-jalan untuk menghabiskan makanannya. Ibu bisa mendidik saya seperti itu, kenapa saya tidak?πŸ˜‰

Dan setelah meyakinkan plus memperkaya diri, akhirnya hari ini saya mulai praktek, deh. Iya.. 17 April 2012 adalah hari pertama Menik makan.. saya senang dan cenderung over excited! hahahaa

MPASI Weapons!

Dimulai dengan memasak bubur susu (tepung beras, campur pake air, masak sampe mateng. Ambil sebanyak 2 sendok makan penuh, saring, encerkan pake ASIP), menggelar perlak, memasang tray di bumbo seat, menyiapkan satu mangkok+sendok untuk Menik, dan menyiapkan dua lap serta satu bib.

"Hello Solid Food, nice to meet you!"

How was it? I think, me and Menik did a good job! Bayangin, kata ‘bahan bacaan’, paling banyak, bayi hanya akan makan 2-5 sendok kecil saat pertama kali makan. Bagaimana dengan Menik? Habis satu porsi yang saya buat!πŸ˜€ Tidak pakai acara tutup mulut, setiap sendok yang saya suapin, masuk sempurna. Menik sibuk masukin sendok yang suda saya sediakan, sambil memukul-mukul tray didepannya. Minum air putih plus ASIP pun lancar dengan Doidy Cup tanpa gangguan berarti. Dalam hati sambil tersenyum bangga dan lega, saya bersyukur atas kelancaran acara makan pertama kali ini hahahaha.. Mudah-mudahan acara makan akan terus lancar, dan Menik tidak perlu kenalan sama yang namanya ‘Gerakan Tutup Mulut’ :p (Ngareeepp)

Enjoy solid food, my daughter!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s