Orang Indonesia!

Itu adalah jawaban saya ketika ada yang bertanya “kamu orang apa?”. Kenapa? Saya bingung mau jawab apa. Bapak saya dari Aceh, Ibu saya dari Jogja. Kalau mau mengikuti garis patriarki, jelas saya adalah aneuk inong (anak perempuan -bahasa Aceh). Tapi saya juga tidak bisa menghilangkan rasa Yogja yang juga mengalir dalam darah saya ini. Keistimewaan berbagai macam suku bangsa yang ada di Indonesia ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Entahlah, menurut saya keren aja gitu negara saya ini, banyaaaaakk banget ragam manusianya, tapi bisa disatukan dengan rasa nasionalisme sebagai bangsa berbhineka tunggal ika.

Anyway, siapa sangka saya menikah dengan orang yang dalam darahnya mengalir dua darah suku yang berbeda juga. Rino adalah anak keturunan Kalimantan dan Sunda. Begitu mengetahui hal ini, saya over excited! Iya, saya antusias banget karena saya bakalan melahirkan anak Indonesia. Kurang Indonesia apa anak saya ini? Di dalam darahnya mengalir rasa Aceh, Yogja, Kalimantan, dan Sunda. Setidaknya ada tiga pulau yang bisa menjadi kampung halaman anak saya nanti. 17 Oktober 2011, lahirlah si anak Indonesia, namanya: Galuh Nabhita Sasikirana Mardani. Namanya panjang ya, bok? Ya udah, biar gampang dan ada rasa Jawanya, mari kita panggil anak perempuan ini dengan Menik!

Knitted Hat : Lavie Baby Shop
Batik Dress : Taman Hati

Salah satu cara yang saya gunakan untuk memupuk rasa cinta terhadap Indonesia adalah memakai Batik. Kain dengan 1001 cerita ini adalah kain nasional Indonesia. Jadi nanti setidaknya, kala Menik sudah besar, bisa mengambil keputusan untuk memakai batik kalau bingung mau pake baju daerah apa *udah kebayang Menik (dan ibunya) ribet pas mau merayakan hari Kartini :p* Dalam rangka mengenalkan batik ini, saya ikutan mengunggah sidik jari Menik ke Fanpage Kebaikan Bodrexin. Karena saat ini Menik baru berusia 5 bulan 2 minggu, saya menggunakan lipstick sebagai media untuk mengambil sidik jari kakinya, biar lebih mudah dibersihkan. Saya ingin sidik jari Menik ada di motif batik terbaru Indonesia. Emangnya bisa? Ya bisaaaa dong! Jadi Bodrexin lagi ngumpulin jutaan sidik jari anak Indonesia untuk dijadikan motif batik. Ini merupakan salah satu upaya Bodrexin untuk melestarikan batik yang sudah diakui oleh UNESCO pada tahun 2009 lalu sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Follow @tentangkebaikan dan juga mampir ke FB Kebaikan Bodrexin untuk ikutan keriaan “Satu Batik Jutaan Jari” ini. Sidik jari si kecil ditunggu sampai 30 April 2012. Cuss!

Ngomongin soal batik, saya sering diselamatkan oleh si Batik. Misalnya, lagi mau ngeMC dan bingung mau pake baju apa, saya biasanya memilih batik sebagai jalan keluarnya. Waktu MommiesDaily ngajakin ngeMC juga, saya pake batik sebagai pemanis kostum: selendang batik saya jadiin sabukπŸ˜‰. Seneng banget waktu diajakin ngeMC sama MommiesDaily, secara saya adalah silent reader di forum tersebut sejak Februari 2011. Tiap hari kerjaannya baca artikel, kemudian nyebur ke forum (tapi gak pernah buat akun hehee) untuk mencari info yang bisa jadi bekal selama saya hamil dan nantinya ketika saya punya anak. So, If you need to dig some information about parenting and discuss it, just click www.mommiesdaily.comπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s