Bapak dan Ayah

Tiba-tiba pagi ini saya merasa menjadi anak perempuan paling beruntung sedunia yang sangat disayang oleh Allah SWT. Bagaimana tidak, anak perempuan kan katanya dekat dengan orang tua laki-lakinya yang biasa dipanggil Bapak, Ayah, Daddy, Pop, etc. Saya dekat dengan almarhum Bapak saya, dan saya tidak pernah menyangka akan bisa dekat juga dengan Ayah saya.

Tahun 2006 saya harus menerima kenyataan pahit, Bapak saya tersayang Ghazi Hussein Yoesoef meninggal dunia setelah sakit diabetes bertahun-tahun lamanya. Sakit hati rasanya melihat badan Bapak terbujur kaku di tempat tidurnya ketika Ade mau pamit pergi ke sekolah. Doa subuh saya dijawab langsung oleh Allah, dan ternyata yang terbaik menurut-Nya adalah mengambil nyawa Bapak tanggal 21 Desember 2006. Bapak saya ini orangnya keras tapi lembut (haha labil). Jadi begini, beliau mempunyai beberapa ketegasan soal hidup anak-anaknya, namun tidak pernah ‘memarahi’ kami sekalipun. Kalau marah, jatuhnya ke arah diskusi-nasehat, tanpa nada tinggi yang menghakimi. Belum lagi kepercayaan gila-gilaan yang kami dapatkan, tunjuk tangan coba yang pernah dapet nasehat seperti ini sebelum pergi merantau “Kakak, kamu boleh bergaul dengan siapa saja, asal tau mana yang benar dan mana yang salah. Jangan seks bebas dan jangan narkoba, tapi kalau kamu hamil atau jaid pecandu, pulang ke rumah. Kita selesaikan masalahnya bersama” GLEK! hahaha langsung gak kepengen nyobain yang dilarang :p . Bapak juga tidak pernah mengingkari janjinya. Kalau beliau sudah berjanji, saya tidak perlu khawatir dibohongi, karena Bapak tidak pernah sekalipun berbohong ke anak-anaknya. Sayang sekali saya tidak bisa memenuhi keinginan beliau untuk lulus tepat waktunya. Saya keasikan main dan juga kerja (karena waktu itu dapet lampu hijau untuk bekerja asal IPK tetep diatas 3), sampe akhirnya beliau meninggal, saya baru mau mulai skripsi. Sedihnya bukan main, sampe tidak ada air mata yang bisa keluar sebelum akhirnya sadar di dalam kamar, bahwa malam itu Bapak tidak akan lagi tidur ditempatnya. Bahwa beliau sudah ada di alam kubur, bahwa saya tidak lagi punya tempat berlari mengadu dan menangis dan bercerita, dan meminta beliau membantu memecahkan masalah saya.

Tapi kemudian, setelah beberapa tahun ‘berjuang’ menjadi anak sulung yang bisa mengatasi masalah sendirian, saya punya Ayah bernama Yogi Atmodipoero. Ibu saya menikah lagi dengan seseorang yang saya panggil dengan sebutan Padeyah. I don’t know when will I can call him with ‘Ayah’, but deep down inside, I feel glad. Beliau tidak berusaha menggantikan figur Bapak yang selama 20 tahun lebih sudah membesarkan saya bersama Ibu. Beliau tetap menjadi dirinya sendiri dengan rasa sayang yang tulus dan tangan terbuka untuk mendengarkan cerita anak-anaknya.

This is why I said, Allah SWT loves me so much. Tidak pernah saya diberikan cobaan yang tidak bisa saya lewati. Semuanya dibayar tunai melalui jawaban atas doa saya. Ketika banyak anak yang berantem sampe kabur dari rumah, saya dikasih seorang Bapak yang asik, yang mau belain anaknya ketika di-bully, yang percaya kalau saya tidak mencontek ketika ulangan matematika dan nyamperin gurunya yang nuduh saya nyontek, seorang kepala rumah tangga yang bijak, dan juga seseorang yang loyal.

Ketika banyak anak yang tidak bisa merasakan kasih sayang orang tuanya, saya dikasih ‘pengganti’ Bapak. Ketika banyak yang merasa ‘risih’ dengan kehadiran Ayah, saya dikasih seseorang yang baik hati dan tulus cintanya. Karena saya termasuk dalam golongan orang yang percaya kalau seorang anak tidak akan ada tanpa kehadiran Ibu dan Bapak, seorang anak akan menjadi lebih baik ketika tidak ada figur yang dihilang-hilangkan. Setiap orang kan punya kekurangan dan kelebihan, tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Betapa beruntungnya saya.. ya, itu saja. Alhamdulillah :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s