Cerita (setiap) Pagi

Anak perempuan katanya lebih dekat dengan Ayahnya. Saya mengingat-ingat, rasanya saya dekat dengan ibu, tapi kemudian iya memang ada beberapa hal yang membuat saya lebih dekat dengan Bapak. Ada beberapa hal yang ‘hanya’ saya ceritakan ke Bapak. Kini saya melihat hal yang sama, Menik setiap bangun pagi akan memutar badannya, mencari bau Ayahnya kemudian mulai mengoceh. Biasanya akan menangis kalau tidak ditanggapi, karena Ayah Rino cukup kebo tidurnya :p Dan harus saya susui dulu sebelum kemudian dimulai lagi ritual mengobrolnya.

Entah apa yang keluar dari mulut si kecil yang hari ini berusia 2 bulan 20 hari. Hanya ocehan berbunyi “Oooh.. uuuhh… Haooohh… huuuhh… hoaaa.. aaaa” dan biasanya ketika Ayahnya menanggapi dengan “Apa naag?… Iyaa.. ooo begitu.. terus apa?” Volume dan liukan suaranya akan semakin bervariasi seakan-akan sedang bercerita seru sekaliiiii😀

Semoga ritual pagi ini tidak akan pernah berubah. Jika nanti Menik sudah tidur sendiri, jangan lupa untuk mengetuk kamar Ayah dan Ibu untuk bercerita sebelum beraktivitas. Jika nanti Menik sudah tinggal sendiri, jangan lupa kalau Ayah dan Ibu tetap menunggu ocehan kamu di pagi hari. We love you, Naagg🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s