Ketika 13.000 Orang Gagal Orgasme

Stadion Kridosono menjadi saksi apa jadinya ketika 13.000 orang yang datang dan menonton dengan tertib digagalkan untuk tetap berdiri dan melepaskan emosinya melihat kolaborasi musisi kesayangan mereka.

Kemarin, Sabtu 24 Oktober 2009, saya dan Magi ada di Stadion Kridosono untuk memandu Final Regiona L.A Lights Indiefest Jogjakarta. Harusnya acara mulai pukul 19.00 wib, namun karena hujan deras dan ternyata ada angin puting beliung di Jogja, acara baru bisa dimulai pukul 21.00 setelah panitia membereskan lapangan dari genangan air dan beberapa masalah teknis lainnya.

Setelah saya dan Magi membuka acara, 6 semifinalis sudah tampil, saatnya bintang tamu naik ke atas panggun. The Banery feat. Rhythm Sixndycate dan Saint Loco. Kehangatan Jogja sangat terasa ketika kami menggelar games dan memberikan pertanyaan super standard “Siapakah nama MC-nya?” dan mereka tau nama saya dan Magi. Di kota sebelumnya, mereka mengarang nama sambil tertawa-tawa.. ;D. Mereka juga mengapresiasi bintang tamu yang ada di atas panggung dengan memberikan tepuk tangan serta mengikuti apa yang diminta oleh The Banery dan Saint Loco.

Namun memang tidak bisa dipungkiri, ketika kami menyebut nama Peewee Gaskins dan Rocket Rockers, tepuk tangan satu stadion terdengar bergemuruh. Dapat dipastikan sebagian besar dari mereka adalah Rocket Rock Friends dan Party Dorks, yang ternyata tidak hanya dari Jogja namun juga dari seputaran Jawa Tengah seperti Solo, Magelang dan Malang. Sebelum 2 bintang tamu ini keluar, kamu harus membagikan dulu plakat penghargaan untuk 6 semifinalis, nah saat itu dari samping panggung, Kapolsek datang ke Magi dan bilang “Selamat malam mas, saya Kapolsek, ini ijin acara hanya sampai pukul 11, saya kasih toleransi sampai 11.30 kalau tidak selesai, saya yang membubarkan”. Magi hanya bilang “iya..” tapi kemudian melanjutkan tugasnya ke atas atas panggung bersama saya.

Plakat selesai dibagikan dan saatnya Rocket Rockers feat. Rocks Cheers VS Peewee Gaskins feat.Dorks Cheers. Baru satu lagu diselesaikan Rocket Rockers yang diberi sentuhan cublak cublak suweng, dan Peewee Gaskin mulai masuk ke intro-nya, terlihat pak Kapolsek tadi memenuhi janjinya. Kapolsek naik ke atas panggung,mengambil mic dan bilang “Terimakasih ade-ade semua, acara sudah selesai dan silahkan pulang dengan tertib”

HAHHAHAHAA… this was totally a big (mistake) joke! xD

Seisi stadion tidak ada yang beranjak satupun, mereka bertahan memanggil nama band kesayangan mereka sambil bernyanyi bersama. Polisi masih sibuk membubarkan dan penonton ikut sibuk berteriak “Polisiii Asuuuu…Polisi Asuuuu”!!

Negosiasi dilakukan diatas panggung, akhirnya 15 menit kemudian polisi memperbolehkan Rocket Rockers dan Peewee Gaskin main 1 lagu. Dengan peralatan seadanya, Rocket Rockers dan Peewee Gaskin memainkan “Berdiri Terinjak” bersama Rocks and Dorks Cheers yang tadinya sudah bersiap pulang dan sudah melepas sepatu mereka…

Saya sempat deg-deg an takut terjadi kerusuhan yang semestinya tidak perlu ada. Ini seperti polisi yang ‘sengaja’ melempar api dan tentunya mereka sendiri yang harus memadamkan apinya. Tapi Jogja menunjukkan sesuatu yang berbeda, tidak rusuh.. ikut bernyanyi satu lagu dan akhirnya belajar rela untuk pulang hanya dengan melihat 1 lagu RoRo dan 1 lagu Peewee+Roro.

Well, saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada panitia acara yang sukses bersabar dan menjalankan acaranya sepenuh hati walaupun di Jogja kemarin banyaaaaakk sekali hambatan yang datang. Semoga semua pihak bisa mengambil pelajaran dan sesuatu yang berguna dari acara kemarin. Salut!!

(repost from my multiply, 25 October 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s